Lirik Mahasiswa Indonesia - Uni Eropa Maksimalkan Internasionalisasi Pendidikan

Perkembangan pendidikan tinggi telah berubah secara drastis. Ini diperlihatkan dengan adanya perubahan yang lebih nyata, yaitu internasionalisasi pendidikan tinggi yang kian menjadi prioritas di banyak negara di dunia, khususnya Eropa. Dalam rangka melaksanakan kebijakan internasionalisasi pendidikannya, Uni Eropa membutuhkan kerjasama dengan universitas yang berasal dari negara berkembang, salah satunya Indonesia.

NERACA

Melalui globalisasi pendidikan tinggi lintas negara menjadi semakin mudah sehingga jumlah mahasiswa yang belajar di luar negeri semakin banyak. Tak ayal, keberadaan mahasiswa internasional menghadirkan atmosfer baru di dalam dunia akademik di kampus. Gerakan tersebut sering pula dikenal sebagai internasionalisasi pendidikan tinggi.

Program Manager Perwakilan Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam, dan ASEAN, Jenni Lundmark, mengatakan mobilitas mahasiswa yang melanjutkan sekolah ke perguruan atau institusi pendidikan tinggi antar negara meningkat. Diperkirakan sampai akhir dekade ini jumlahnya mencapai 7 juta orang.

“Jumlah mahasiswa diseluruh dunia yang menempuh pendidikan tinggi diperkirakan akan meningkat sebesar 300%, yaitu sekitar 100 juta di tahun 2000 menjadi 400 juta orang di tahun 2030. Sementara itu, jumlah mahasiswa diseluruh dunia yang menempuh studi keluar negeri saat ini mencapai 4 juta dan jumlah ini akan meningkat menjadi 7 juta orang diakhir abad ini,” kata Programme Officer dari Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Jenni Lundmark.

Terkait hal tersebut dalam dua dekade terakhir Uni Eropa sudah mengubah kebijakan di sektor pendidikan. Lewat kebijakan itu, pemerintah Uni Eropa berupaya menarik sebanyak-banyaknya mahasiswa dari berbagai negara untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Oleh karenanya dalam rangka melaksanakan kebijakan internasionalisasi pendidikan universitas di Uni Eropa membutuhkan kerjasama dengan bemacam universitas yang berasal dari negara berkembang, salah satunya Indonesia.

Director Nuffic Neso Mr Mervin Bakker mengatakan, kerjasama dengan universitas-universitas di Indonesia dijalin lantaran saat ini internasionalisasi di Indonesia masih terkonsentrasi kepada mobilitas mahasiswa.

Menurut dia, di samping membuat para mahasiswa menjadi "mendunia",pentingnya internasionalisasi ini adalah untuk meningkatkan mobilitas mahasiswa di Indonesia dan keberagamannya di Uni Eropa serta meningkatkan reputasi antara dua negara tersebut. Selain itu, salah satu alasan bekerja sama dengan di Indonesia, di mana Indonesia dapat meningkatkan kualitas pendidikannya.

“Ini kesempatan yang baik untuk institusi pendidikan tinggi dan tentunya mahasiswa itu sendiri. Salah satu yang penting adalah untuk meningkatkan program-program pendidikan yakni seperti penelitian,” imbuh Mervin.

Tahun ini, mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan tinggi di Eropa tercatat sekitar 4 ribu orang. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah itu cenderung meningkat. Bahkan dalam waktu dekat diperkirakan jumlahnya mencapai 7 ribu orang.

“Jumlah mahasiswa Indonesia yang berangkat ke Eropa tahun 2013 telah meningkat lebih dari 30%. Tahun ini, lebih dari 4000 mahasiswa Indonesia telah berangkat ke Eropa untuk studi S1 dan pasca-sarjana. Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 7000 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Eropa," ungkap Jenni.

Menurut Jenni, peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan tinggi ke Eropa salah satunya disebabkan oleh daya tarik universitas yang ada di Eropa sangat variatif dan cepat merespon laju globalisasi.

Pada kesempatan yang sama Kepala Pendidikan Tinggi di British Council Indonesia Steve Buckle, mengatakan, ketertarikan mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan sekolah ke Eropa dan Inggris lebih tinggi ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Untuk Inggris, ia mencatat peningkatan itu dapat dilihat dari permintaan visa belajar yang diajukan warga Indonesia kepada kedutaan Inggris. Steve pun mencatat tahun ini jumlah universitas asal Inggris yang bertandang ke Indonesia untuk berpromosi jumlahnya tiga kali lipat lebih besar ketimbang tahun lalu.

Begitu juga dengan kegiatan kerjasama yang dijalin antara pihak di Indonesia dengan universitas asal Inggris dan Eropa. “Saya melihat peningkatannya sangat tajam keinginan orang Indonesia sekolah di perguguran tinggi Eropa dan Ingggris,” tutur Steve.

Mengingat pendidikan tinggi merupakan salah satu fokus internasionalisasi di bidang pendidikan di berbagai negara, Uni Eropa bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), serta didukung oleh British Council (Inggris), CampusFrance IFI (Prancis), DAAD (Jerman), dan Nuffic Neso (Belanda) untuk menjaring mahasiswa asal Indonesia denganmenyelenggarakan pameran pendidikan Eropa terbesar di Indonesia.

Sekitar 115 lembaga dari 15 negara Eropa berpartisipasi dalam Pameran Pendidikan Tinggi Eropa atau European Higher Education Fair (EHEF) 2013 di Jakarta pada 12-13 Otober 2013. Dalam kesempatan tersebut para calon mahasiswa dapat bertemu dengan perwakilan berbagai universitas Eropa, berdiskusi mengenai program studi dan kehidupan kampus, serta untuk mendapatkan informasi mengenai lembaga-lembaga pendidikan tinggi.

Related posts