Tingkatkan Kesadaran Menabung - Investasi di Hari Tua

NERACA

Selalu ada alasan untuk tidak menabung buat dana darurat, investasi hari tua dan sebagainya. Tapi hal ini akan berbuntut pada penyesalan di kemudian hari.

Intinya tak ada yang tahu tentang masa depan dan sebuah tindakan bijaksana buat selalu mempersiapkan diri. "Menabung adalah soal pola pikir," ujar Bob Morison, Downing Street Wealth Management, sebuah perusahan yang bergerak dalam perencanaan keuangan.

Bukan masalah Anda menabung dengan jumlah minimum atau jumlah yang besar. Intinya Anda harus menabung sekian persen dari penghasilan rutin tiap bulan, serta belajar untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan sisanya.

Menurut Bob, berikut adalah alasan payah yang sering digunakan orang tak bisa menabung.

Tidak ada dananya

"Orang bekerja keras setiap hari dan merasa mereka berhak untuk menikmati hasilnya," ujar Bob. Akibatnya mereka merasa ingin memiliki barang baru, mobil, atau rumah dengan lingkungan yang baik. Tapi mereka tak menyadari biaya yang ditimbulkan untuk gaya hidup yang mereka pilih.

Menunda hingga naik gaji

"Masalah hari esok belum tentu Anda menghasilkan lebih banyak dari sekarang dan siapa yang tahu kalau biaya hidup makin tinggi dan Anda makin sulit menyisihkan uang," kata Bob. Dia mengatakan, yang terbaik adalah latihan menabung dulu dari jumlah yang kecil. Nanti kalau sudah naik gaji Anda bisa menambah jumlah uang yang akan ditabung.

Sudah terlambat untuk memulai

Karena merasa sudah tua, Anda sudah merasa terlambat untuk memulai menabung. Akibatnya Anda tak berubah dengan meneruskan gaya hidup seperti sekarang. Sebenarnya tak ada batasan usia terlambat buat menabung. Jangan berpikir tentang masa lalu. Yang perlu dikhawatirkan adalah masa depan dan tak ada kata terlambat buat berubah.

Biaya kuliah anak

Memang sudah menjadi tanggung jawab orang tua membiayai pendidikan anaknya. Tapi perlu diingat Anda tetap harus memikirkan hari tua. Tak perlu banyak yang penting rutin.

Tidak melihat untungnya

Sudah menabung jumlahnya kecil, bunganya tak seberapa masih harus dipotong biaya bulanan. Ketika Anda melihat saldo tabungan pun jumlahnya kecil. "Tidak menyenangkan bila melihat bunga tabungan yang kecil. Perlu diingat tujuan menabung bukan untuk mencari untung. Akan tetapi ketersediaan dana jika Anda sangat membutuhkan,"kata Robert Schmansky, Founder dari Clear Financial Advisors, Bloomfield Hills.

BERITA TERKAIT

OJK: Investasi Bitcoin Ilegal di Indonesia - RISIKO MATA UANG DIGITAL JANGAN DIANGGAP RINGAN

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa investasi mata uang digital seperti bitcoin, altcoin, belum berizin secara resmi di Indonesia. OJK…

Memaknai Peringatan Hari Anti Korupsi

  Oleh: Ardianus Wiguna, Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional FISIP-UI   Korupsi dalam bahasa Latin corruptio dari kata kerja corrumpere yang…

KTNA Depok Dorong Usaha Tani Mandiri Profesional - Potensi Omzet Miliaran/hari

KTNA Depok Dorong Usaha Tani Mandiri Profesional Potensi Omzet Miliaran/hari   NERACA Depok - ‎Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi Head, Managed Investment Product Standard Chartered Bank   Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan…

Sukuk Bisa Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk bisa…

Keuangan Syariah: - Akan Stagnan Atau Butuh Terobosan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta inovasi dan terobosan pelaku industri untuk mengembangkan keuangan syariah, karena tanpa…