Terget Retribusi Pasar Disperindag Kab. Cirebon Berkurang

NERACA

Cirebon–Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon, tahun 2011 ini mengaku tetap memenuhi target pendapatan retribusipengelolaan pasar di Kabupaten Cirebon, kendati kondisi Pasar Cipeujeuh belum juga terselesaikan. Tercatat, saat ini target retribusi pengelolaan pasar yang dikelola Disperindag mencapai Rp 1.500.000.000. Namun, dengan belum selesainya pasar Cipeujeuh, dipastikan ada potensi retribusi yang bakal hilang.

“Kita tidak keberatan dengan naiknya target retribusi untuk Disperindag. Namun kendalanya, target Rp 1,5 milliar sepertinya akan berkurang karena ada potensi retribusi yang hilang. Pasar Cipeujeuh di Kecamatan Lemahabang yang belum selesai, menjadi kendala utama,” kata Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Cirebon, Haki, Selasa (12/7).

Kenaikan target retribusi ini lanjut Haki, merupakan hal wajar. Sebab, tarif sewa kios, los, lemprakan dan sebagainya kini sudah dinaikan, menyusul pelaksanaan Perda yang baru yakni Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Pasar. Namun menurut Haki, Perda itu seharusnya sudah diterapkan bulan April silam. Namun karena perlu waktu untuk sosialisasi mengakibatkan ada selisih waktu hinga Mei.

“Kalau kenaikan retribusi, ya hal yang wajarlah Namun karena adanya selisih waktu penerapan Perda ini, karena ada sosialisasi kita kehilangan potensi retribusi. Cukup besar juga, sekitar Rp 15 jutaan. Lalu kalau ditambahkan dengan retribusi pasar darurat sebesar Rp 9 juta, jumlah totalnya mencapai Rp 25 juta. Tapi tidak masalah karena memang kondisinya seperti itu,” ungkap Haki.

Kendala tidak tercapainya target retribusi lanjut dia, karena selama ini para pedagang pasar Cipejeuh menempati pasar darurat. Imbasnya, para pedagang tidak membayar per-izinan los, kios, wc umum dan lainnya. Intinya, target pendapatan retribusi pasar untuk tahun 2011 tidak dapat tercapai 100%, karena kendala-kendala tersebut.

“Jadi jelas, untuk tahun ini jangan berharap target retribusi pasar bisa tercapai 100%, karena masalahnya ya itu tadi adanya potensi retribusi yang hilang sampai Rp 25 juta. Tapi kami akan mengajukanperubahan target pada APBD mendatang,” pungkas Haki.

BERITA TERKAIT

Perusahaan Bisa Manfaatkan Pasar Modal - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Besarnya likuiditas di pasar modal, tentunya bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk mendanai ekspansi bisnisnya jangka panjang…

Pasar Apartemen Tetap Tumbuh di Tahun Politik

NERACA Jakarta –Meskipun tahun depan dihantui sentimen politik, para pelaku properti menyakini industri properti masih tetap positif. Apalagi, properti masih…

KOTA SUKABUMI - Jangan Asal Munculkan Angka Retribusi Tower

KOTA SUKABUMI Jangan Asal Munculkan Angka Retribusi Tower NERACA Sukabumi - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menara…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

KABUPATEN TANGERANG - PDAM Targetkan Januari 2018 Pelayanan Pesisir Beroperasi

KABUPATEN TANGERANG PDAM Targetkan Januari 2018 Pelayanan Pesisir Beroperasi NERACA Tangerang - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja…

Presiden Jokowi Direncanakan Kembali Kunjungi Sukabumi - Resmikan Groundbreaking Jalur Ganda KA Sukabumi-Bogor

Presiden Jokowi Direncanakan Kembali Kunjungi Sukabumi Resmikan Groundbreaking Jalur Ganda KA Sukabumi-Bogor NERACA Sukabumi - Presiden Joko Widodo dikabarkan akan…

Jabar Terus Lakukan Akselerasi Penyerapan ABPD 2017

Jabar Terus Lakukan Akselerasi Penyerapan ABPD 2017 NERACA Bandung - Sekda Provinsi Jawa Barat (Jabar) Iwa Karniwa mengatakan menjelang akhir…