Saham Renuka Dalam Pengawasan BEI

Lantaran mengalami pergerakan harga di luar kewajaran, perdagangan saham PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (8/10).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Irvan Susandy mengatakan, BEI menginformasikan telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham SQMI yang diluar kebiasaan dibandingkan dengan periode sebelumnya atau Unusual Market Activity (UMA), “Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham SQMI, maka saat ini kami sedang mencermati perkembangan harga dan aktivitas saham ini,”ujarnya.

Pihak BEI saat ini, telah meminta konfirmasi kepada SQMI pada tanggal 4 Oktober 2013. Namun hingga saat ini BEI juga masih menunggu jawaban konfirmasi tersebut. Oleh karena itu, BEI mengharapkan para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan.

Pihak BEI juga menghimbau para investor harus selalu mencermati kinerja perseroan dan keterbukaan informasinya, mengkaji rencana aksi korporasi, serta mempertimbangkan bebagai kemungkinan yang timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi. Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Sebagai informasi, PT Renuka Coalindo Tbk melalui anak usahanya PT Jambi Prima Coal (JPC) akan meningkatkan produksi batu bara menjadi 5 juta metrik ton (MT) per tahun pada 2016. Direktur Keuangan PT Renuka Coalindo Tbk Shantanu Lath pernah bilang, JPC telah memulai rencana ekspansi logistik untuk mendukung rencana peningkatan produksi. Pihaknya sedang berdiskusi dengan beberapa customer di India dan Indonesia untuk kontrak jangka panjang untuk merencanakan produksi tambahan.

Pada perdagangan kemarin, saham SQMI naik 12,22% ke level Rp1.010 per saham atau meingkat 110 poin. Harga terendah saham berada di level Rp1.010 per saham, dan sempat di harga tertinggi di level Rp1.120 per saham. (bani)

BERITA TERKAIT

Peran Aktif Mahasiswa Dalam Pembangunan

  Oleh : Bambang Lintang Susatyo, Peneliti Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) Beberapa hari ke depan, tepatnya tanggal 20…

Saham Malacca Trust Dalam Pengawasan - Bergerak Di luar Kewajaran

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pola transaksi saham PT Malacca Trust Wuwungan (MTWI) karena telah…

Nilai Tambah dalam Ekonomi dan Industri

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Lama sudah kita menenggelamkan diri dalam persoalan ekonomi. Kegiatan dan proses…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…