Lippo Karawaci Perluas Fasilitas Lindung Nilai - Antisipasi Tekanan Dolar

NERACA

Jakarta- Tidak hanya memukul kinerja industri, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar menjadi ancaman tersendiri bagi perusahaan yang tercatat memiliki pinjaman dalam mata uang asing. Sebut saja, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Untuk mengantisipasi pelemahan rupiah yang masih akan berlanjut, perseroan memperluas fasilitas lindung nilai (hedge) yang mencakup semua obligasi dolar Amerika Serikat (AS) dari Rp11.500 menjadi Rp12.500.

“Mengingat adanya pelemahan nilai tukar rupiah yang lebih lama dari perkiraan semula, kami memutuskan untuk memperluas fasilitas lindung nilai kami sebagai upaya tindakan pencegahan dari Rp11.500 menjadi Rp12.500,” kata Presiden PT Lippo Karawaci, Ketut Budi Wijaya di Jakarta, Selasa (8/10).

Menurut dia, langkah ini sebagai bagian dari tata kelola keuangan yang cermat dan hati-hati. Perseroan telah melindungi seluruh nilai pokok sejak penerbitan obligasi sampai dengan masa jatuh tempo. Selain itu, perseroan juga ingin meyakinkan para pemegang obligasi dan investor agar terus memantau perkembangan. “Langkah ini diambil sebagai pencegahan pelemahan lanjutan dari nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat,” ujarnya.

LPKR adalah perusahaan properti dengan divisi usaha yang terdiri dari residensial atau township, mal ritel, rumah sakit, hotel dan manajemen aset. Per Juni 2013, utang obligasi perseroan tercatat sebesar Rp 6,26 triliun. Sementara sepanjang semester pertama tahun ini, perseroan mencatatkan total pendapatan semester pertama meningkat 27%, menjadi Rp3,067 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,406 triliun.

Kenaikan pendapatan tersebut mendorong laba bersih perseroan tumbuh 25% menjadi Rp546 miliar. “Secara keseluruhan, semua angka pertumbuhan meningkat dua digit, merefleksikan kinerja keuangan LPKR yang baik. Kami berharap untuk terus membangun bisnis dan mencapai tujuan kami di paruh kedua tahun ini.” jelasnya.

Menurut dia, pihaknya akan tetap fokus untuk melaksanakan berbagai proyek perseroan. Utamanya, pada rumah sakit, mal, dan apartemen. Selama semester pertama 2013, divisi usaha healthcare mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 48% (secara year on year) menjadi Rp1,201 triliun, Selain divisi tersebut, divisi usaha residensial & urban development juga mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar naik 17% menjadi Rp1,320 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,130 triliun.

Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan pendapatan dari Townships yang naik 27% secara year on year menjadi Rp857 miliar. Sementara dari divisi komersial yang terdiri dari mal ritel & hotel tumbuh 9% secara year on year menjadi Rp267 miliar. Adapun unit usaha manajemen aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 27% secara year on year menjadi Rp279 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp220 miliar. (lia)

BERITA TERKAIT

Yayasan Sompo Bantu Salurkan Dana Rp 100 Juta - Bangun Fasilitas Training Center

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada pengembangan sumber daya manusia, Sompo Japan Nipponkoa Welfare…

Masyarakat Semakin Senang Belanjakan Uang Untuk Jalan Jalan - Fasilitas Makin Mudah dan Murah

Riset Inventures Indonesia melansir, masyarakat semakin senang membelanjakan uang mereka untuk jalan-jalan. Toh, akses masyarakat untuk mendapatkan fasilitas jalan-jalan lebih…

Nilai Tukar Rupiah Rp13.600, BI : Dinamika Normal

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan depresiasi nilai tukar rupiah Kamis, yang menembus level Rp13.600…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presdir Hero Supermarket Mengundurkan Diri

Presiden Direktur Stephane Deutsch PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengundurkan diri. Pengumuman pengunduran diri tersebut disampaikan HERO dalam siaran persnya…

Tunas Baru Lampung Rilis Obligasi Rp 1 Triliun

Lunasi utang, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tunas Baru Lampung tahap I tahun 2018 dengan…

Jakarta Garden City Raih PMSEA 2018

NERACA Jakarta -- Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City (JGC) seluas 370 hektar, yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses,…