Bank Muamalat Bidik Dana Rp 1,4 Triliun - Gelar Rights Issue V

NERACA

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan permodalan untuk mengembangkan kegiatan pembiayaan syariah, PT Bank Muamalat Tbk kembali menggelar penawaran umum terbatas (PUT V) dengan memesan efek terlebih dahulu sebanyak-banyaknya 1.997.779.581 saham, dengan nilai nominal Rp100 per lembar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (8/10).

Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan membidik dana yang diraih sebesar Rp849,05 miliar hingga Rp1,4 triliun dana tersebut. Disebutkan, setiap pemegang 37 saham perseroan yang tercatat hingga 19 November 2013 berhak atas 10 HMETD untuk membeli 10 saham baru. Untuk harga pelaksanaan Rp425-Rp750 per lembar. Perseroan akan menggelar RUPSLB pada 7 November 2013 dan diperkirakan masa periode perdagangan pada 21-27 November 2013.

Sebagai informasi, Direktur Utama Bank Muamalat, Arviyan Arifin pernah bilang, perseroan menargetkan tahun ini pertumbuhan pembiayaan berada pada kisaran 15-20% dengan modal usaha mencapai Rp4,5 triliun. “Paling tidak CAR (rasio kecukupan modal) bisa sama kaya industri sekitar 17%.” ujarnya.

Direktur Keuangan Bank Muamalat Hendiarto menambahkan, pihaknya masih akan fokus pada pengembangan usaha perseroan dengan meningkatkan pembiayaan. Melalui rights issue CAR perseroan ditaksir akan naik dari 12% menjadi 17%, dan seiring ekspansi bisnis akan kembali ke level 12% pada 2015. “Antisipasi 2015 jadi 12% lagi, kemudian baru kita akan go public.” imbuhnya.

Pelemahan yang terjadi pada nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar dan bergejolaknya pasar sebelumnya disebut sebut berpengaruh terhadap minat penambahan modal melalui penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO). Bahkan, beberapa perusahaan penjaminan emisi mengaku harus mengkaji ulang kegiatan penjaminan emisinya pada tahun ini.

Hingga Juni 2013, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk berhasil membukukan laba sebesar Rp372,2 miliar naik Rp126,15 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp246,05 miliar. Sedangkan dari sisi pengumpulan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp35,61 triliun atau naik sekitar 38,85% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp25,65 triliun (yoy). Pertumbuhan DPK diikuti dengan pertumbuhan dana ritel dari produk-produk Tabungan (Saving Accounts) yang mencapai 31,8% menjadi Rp 9,47 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Danai Pengembangan Bisnis - GMF Bidik Pendanaan di Pasar Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Berambisi menjadi pemain terbesar di Asia untuk perawatan pesawat, PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) terus…

Yanaprima Bidik Penjualan Ekspor Naik 7%

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan pendapatan lebih besar lagi, PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) terus perluas pasar ekspor. Oleh karena…

Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia Gelar Sarasehan Tani Nasional

Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia Gelar Sarasehan Tani Nasional NERACA Malang - Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) bekerjasama dengan Universitas Brawijaya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Surya Semesta Siapkan Capex Rp 770 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten pengembang kawasan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp770 miliar pada…

Ketua DPR Dorong Perusahaan Go Public

Ketua DPR Bambang Soesatyo menginginkan lebih banyak lagi perusahaan yang melantai atau mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) karena…

Tetapkan IPO Rp193 Persaham - Satyamitra Kemas Oversubscribed 1,5 Kali

NERACA Jakarta - PT Satyamitra Kemas Lestari (SKL) menetapkan harga penawaran umum saham perdana sebesar Rp193 per saham. Harga penawaran umum…