CIMB Niaga Tawarkan Produk Transaksional - Geber Simpanan Giro

NERACA

Jakarta - Di tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil, serta strategi perbankan dalam mengejar dana murah, PT Bank CIMB Niaga Tbk terus meningkatkan simpanan gironya. Per 30 Juni 2013, CIMB Niaga berhasil meningkatkan perolehan gironya sebesar 13% menjadi Rp32,91 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp29,22 triliun.

Hendra Lembong, Chief Transaction Banking Officer CIMB Niaga mengatakan, giro merupakan salah satu produk yang tidak bisa berdiri sendiri, yang memerlukan produk-produk pendukung yang dapat membantu transaksi operasional nasabah. Untuk itu, CIMB Niaga telah mengembangkan sejumlah produk dan layanan yang dapat membantu nasabah, dengan benefit-benefit yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.

“CIMB Niaga menawarkan kepada nasabah giro, produk-produk transaksional seperti Cash Management, Trade Finance, forex/FX (jual beli valuta asing), Merchant, dan CIMB@Work, melalui jaringan kantor CIMB Niaga yang tersebar di Tanah Air. Selain itu, kami juga menawarkan nasabah produk bundling diantara produk-produk transaksional tersebut, sehingga nasabah bisa mendapatkan benefit sesuai dengan kebutuhannya. Faktor-faktor itulah yang menjadi kunci dari pertumbuhan giro CIMB Niaga,” kata Hendra di Jakarta, kemarin.

Menurut Hendra, produk CASA (current account savings account), khususnya giro merupakan produk yang sangat penting dalam meningkatkan bisnis bank, terutama untuk meningkatkan low cost fund. Ditengah persaingan industri perbankan saat ini dalam mengejar dana murah, kunci utama dalam mendongkrak pertumbuhan giro adalah bagaimana memahami kebutuhan nasabah.

CIMB Niaga, dalam hal ini, berupaya untuk menawarkan solusi transaksional serta benefit-benefit lainnya yang bisa dimanfaatkan nasabah, baik nasabah perusahaan maupun nasabah individu. “Apa yang kami tawarkan, tentunya telah melihat kebutuhan dari nasabah-nasabah kami. Mereka bisa memilih mana yang bermanfaat bagi mereka,” kata Hendra.

Saat ini, nasabah korporasi masih mendominasi simpanan giro di CIMB Niaga. Per 30 Juni 2013, dari total simpanan giro CIMB Niaga, sekitar 95% merupakan nasabah korporasi, sisanya berasal dari nasabah ritel/perorangan. Sedangkan untuk jenis giro, 70% simpanan berdenominasi rupiah, adapun 30% merupakan giro valuta asing (valas).

Hendra sendiri optimistis, beragam produk transaksional serta layanan yang ditawarkan CIMB Niaga, ke depannya mampu terus meningkatkan pertumbuhan giro CIMB Niaga. [rin]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kena Dampak Covid 19, AAJI Minta Diizinkan Jual PAYDI Secara Online

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengizinkan Produk Asuransi…

Bank Mandiri Bayar BP Jamsostek Debitur KUR Senilai Rp5 Miliar

  NERACA Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait penyediaan asuransi perlindungan bagi debitur…

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Lakukan Penyesuaian Operasional

  NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh lembaga di industri jasa keuangan untuk melakukan penyesuaian operasional…