Jaga, Keselamatan Gigi Susu

Sabtu, 12/10/2013

NERACA

Walaupun keberadaan gigi susu terlihat kecil tetapi keberadaan mereka sangat penting, tanpa gigi susu yang sehat anak kita akan mengalami kesulitan untuk makan dan berbicara dengan jelas. Oleh karena itu menjaga kesehatan gigi susu supaya bebas dari gigi berlubang sangatlah penting.

“Gigi susu mulai tumbuh pertama kali pada saat anak berusia 6-9 bulan. Lapisan gigi susu lebih tipis dibandingkan gigi permanen, sehingga lebih rentan terhadap terjadinya gigi berlubang,” tutur drg Ratu Mirah Afifah, proffesional marketing manager Oral Care Pepsodent PT. Unilever Indonesia, Tbk, belum lama ini.

Menurut dia, bila lubang gigi tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan rasa sakit, abses, sampai tanggal sebelum waktunya. Jika hal ini terjadi, tulang rahang akan tumbuh dengan tidak maksimal sehingga gigi permanen yang mulai tumbuh tidak memiliki ruang cukup dan mengakibatkan gigi tumbuh berjejal.

Secara lebih lanjut, sakit gigi pada anak dapat mengganggu fungsi pengunyahan yang berakibat buruknya penyerapan makanan, menghambat pertumbuhan, dapat mengganggu waktu istirahat dan waktu belajar anak.

Selain itu, masalah gigi susu pada anak juga dapat menyebabkan dampak psikologis seperti perasaan rendah diri karena memiliki tampilan gigi yang buruk dan terhambatnya cita-cita yang menuntut pentingnya penampilan serta kesehatan gigi seperti pilot, model, tentara, astronot, pramugari, entertainer dan news anchor.

Melihat pentingnya gigi susu bagi anak, kesadaran merawat gigi pada anak seharusnya dimulai sejak dini, sejak anak berusia pra sekolah atau lebih lanjut hingga anak berusia sekolah dasar. Gigi anak usia sekolah dasar merupakan periode gigi campuran antara gigi permanen dan gigi susu, dan biasanya semua gigi susu akan tanggal dan digantikan dengan gigi tetap di usia 12 tahun.

Namun, sebagian orang tua sebagai pendamping anak, masih belum menganggap penting upaya preventif dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Hal ini dapat dilihat dari data yang tercatat pada RSGM FKG UI tahun 2012. Data menunjukkan, kurang dari 50% orang tua membawa anaknya untuk melakukan perawatan kesehatan gigi dan mulut ke RSGM.

“FKG UI melalui BKGN 2013 memberikan edukasi kepada anak-anak usia sekolah dasar dan pra sekolah mengenai pentingnya merawat gigi dan mulut. Dengan demikian, anak diharapkan memiliki kesadaran untuk merawat gigi dan mulut sejak dini, karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” ujar Prof. drg. Bambang Irawan, Ph, dekan FKG UI.

Undang Anak Jalanan

Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat sekitar, FKG juga mengundang anak-anak jalanan untuk mendapatkan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara gratis. Layanan ini bekerja sama dengan Pepsodent untuk menciptakan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik. “Ini adalah salah satu misi sosial sebagai bentuk sumbangsih Pepsodent yang telah lama menjadi bagian dari keluarga Indonesia,” ujar drg. Mirah.