AirAsia Indonesia Pastikan IPO Tahun Depan - Rencanakan Digelar Kuartal II

NERACA

Bali – Rencana penawaran saham perdana di pasar modal atau initial public offering (IPO) dipastikan akan segera di gelar pada kuartal kedua tahun 2014 atau mundur dari rencana awal pada kuartal ketiga tahun ini.

CEO AirAsia Berhad, Tony Fernandez menegaskan, keputusan untuk melakukan IPO pada tahun depan dilakukan karena jika IPO dilakukan tahun ini masih belum menguntungkan untuk Indonesia AirAsia, “Kami tidak mau jual saham Indonesia AirAsia sekarang, karena harga sahamnya akan menjadi murah,\" ujarnya di Nusa Dua, Bali, Senin (7/10).

Sebelumnya, analis pasar modal dari PT Dana Reksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo pernah bilang,penundaan IPO Air Asia Idonesia adalah langkah tepat. Pasalnya, selain rawan koreksi, kondisi pasar modal yang belum kondusif disebut-sebut memang menjadi hal yang perlu diantisipasi oleh perusahaan tersebut untuk melaksanakan IPO.“Sebagai penerbangan murah, Air Asia Indonesia memiliki likuiditas yang tinggi, namun rawan koreksi karena tidak memiliki karakter khusus untuk menghadang sentimen pasar. Ditambah juga adanya tekanan IHSG yang melemah,”ujarnya.

Menurut dia, sempat menguatnya indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam beberapa pekan terahir hanya merupakan spekulasi. Terlebih sentimen yang ada masih sangat minim dan belum dapat mendukung penguatan IHSG secara positif ke depan.

Selain segala bentuk regulasi seperti kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan BI Rate telah diumumkan sebelumnya, perkembangan bursa regional saat ini juga belum mendukung. “Indeks Nikkei memang menguat, tetapi tidak begitu agresif. Pada dasarnya, tingkat volatilitas Nikkei pun sekarang ini sedang rendah dan apresiasi pelaku pasar terhadap bursa Asia di bawah rata-rata fluktuasi.” tuturnya.

Dalam kondisi pasar saat ini, Lucky menilai, prospek saham industri penerbangan juga masih kurang menarik karena sebagai bahan bakar utamanya, harga minyak dunia sudah tinggi. Bahkan mencapai US$106 per barel dan masih berpotensi mengalami kenaikan. “Kondisi ini sama seperti Februari tahun 2012 dan yang menjadi catatan angka tersebut masih berpotensi mengalami kenaikan yang lebih tinggi sehingga perlu diantisipasi.” paparnya.

Sebagai informasi, sepanjang kuartal pertama tahun ini, Indonesia AirAsia membukukan kenaikan pendapatan hingga 34% menjadi Rp1,2 triliun dari periode yang sama 2012 yang sebesar Rp911,35 miliar. Sedangkan laba periode berjalan Indonesia AirAsia tercatat melonjak drastis sebesar 172% menjadi Rp41,97 miliar dari Rp15,45 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Kuartal Satu, Laba PT Bukit Asam Tumbuh 66%

NERACA Jakarta - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan pertumbuhan laba bersih pada kuartal pertama 2018 sebesar 66% menjadi Rp1,45…

Tahun Politik Diklaim Aman untuk Investasi

    NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan kondisi politik di Indonesia stabil dan…

Menko Maritim - Tahun Politik Aman Untuk Berinvestasi

Luhut Binsar Pandjaitan Menko Maritim Tahun Politik Aman Untuk Berinvestasi  Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…