Melesat Dari Target, Pemerintah Tambah ORI010

Permintaan Capai Rp 24,27 Triliun

Selasa, 08/10/2013

NERACA

Jakarta – Setelah menawarkan Obligasi Negara Ritel seri ORI010 sejak 20 September lalu, pemerintah mendapatkan lonjakan permintaan hingga Rp4 triliun lebih. Padahal sebelumnya ditargetkan obligasi tersebut sebesar Rp20 triliun.

Hasil penjualan dan penjatahan ORI010 melampaui target yaitu sebesar Rp20,2 triliun. Sementara hasil penjualan ORI010 dari 20 agen penjual setelah dilakukan cleaning data mencapai Rp20,205 triliun, dengan jumlah pemesan 38.860 pemesan dari 34 provinsi. Berdasarkan hasil one on one meeting dari seluruh agen penjual, permintaan ORI010 mencapai Rp24,275 triliun,“Realisasi pemesanan sampai akhir pekan kemarin mencapai Rp20,368 triliun. Hal ini menunjukkan ORI010 masih menarik minat pembelian masyarakat di tengah ketidakpastian perekonomian domestik dan global, apalagi terdapat jumlah investor baru sebanyak 26.824 investor,”kata Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan di Jakarta, Senin (7/10).

Dia juga menjelaskan bahwa dengan adanya lonjakan permintaan untuk obligasi tersebut, ada kemungkinan untuk ditingkatkan, namun tidak bisa terlalu tinggi dengan nilai maksimal Rp21 triliun. Selain itu juga harus segera dilaksanakan penambahannya sebelum obligasi tersebut diluncurkan. Rencananya obligasi ini akan diterbitkan pada 9 Oktober mendatang.“Adanya lonjakan permintaan obligasi itu jjuga akibat adanya kelebihan pesanan dari individu. Padahal dibatasi untuk memesan obligasi tersebut, tiap orang maksimal Rp3 miliar”, ujar dia.

Dia juga menyebutkan bahwa jumlah pemesan terbesar berdasarkan kelompok profesi adalah pegawai swasta 26,04%, wiraswata 22,01%, ibu rumah tangga 17,95%, pegawai negeri sipil dan TNI Polri 7,05% dan lain-lain 26,94%. Sementara jumlah pemesan terbesar pada range Rp5 juta sampai Rp100 juta sebanyak 37,6% dari total pemesan. Sedangkan kelompok pemesan terbanyak adalah usia 40 tahun ke atas yaitu mencapai 28.027 pemesan atau 72,12% dari total pemesan, dengan volume Rp14,4 triliun.

Disebutkan, jumlah pemesan ORI010 di wilayah DKI Jakarta mencapai 38,65% dari seluruh total pemesanan, wilayah Indonesia Barat selain DKI Jakarta mencapai 54,70% dan wilayah Indonesia Tengah dan Timur mencapai 6,64%.“Dalam penjualannya dilakukan oleh 20 agen penjual dan 3 perusahaan sekuritas. Kami juga sudah melakukan roadshow di 27 kota, sementara pemerintah dan BEI sudah roadshow di 5 kota. Karena selain untuk menutup defisit negara, tujuan menerbitkan obligasi ini juga untuk mengedukasi masyarakat per individu untuk berinvestasi pada obligasi negara”, jelasnya.

Obligasi Negara seri ORI010 akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 10 Oktober 2013, namun karena seri ini ditetapkan adanya ketentuan one coupun holding period, pemindahan buku baru dapat dilakukan setelah pembayaran kupon pertama pada 15 November 2013.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan dana senilai Rp20 triliun dari hasil penjualan ORI010 yang memiliki tanggal penerbitan 9 Oktober 2013, tanggal jatuh tempo 15 Oktober 2016 dan tingkat kupon sebesar 8,5% per tahun.

Penawaran ORI010 dilakukan oleh 20 agen penjual yang terdiri dari 17 bank dan tiga perusahaan sekuritas. Pada masa penawaran yang berlangsung pada 20 September-4 Oktober, agen penjual telah melakukan pemasaran di 27 kota seluruh Indonesia. (nurul)