Investor Wait And See, IHSG Masih Terkoreksi

Selasa, 08/10/2013

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 14,388 poin (0,33%) ke level 4.374,959. Sementara Indeks LQ45 melemah 1,521 poin (0,21%) ke level 731,386.

Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, IHSG BEI ditutup melemah mengikuti pergerakan bursa Asia menyusul aksi tunggu investor terhadap kesepakatan anggaran AS. Belum adanya kesepakatan itu telah menghentikan kegiatan (shutdown) pemerintah AS yang sudah memasuki hari keempat,”Meski demikian, investor memperkirakan 'shutdown' akan segera berakhir sehingga dampak negatif terhadap perekonomian akan terbatas. Federal Reserve Bank of San Francisco memperkirakan jika 'shutdown' terjadi selama dua pekan maka akan memotong pertumbuhan ekonomi kuartal empat sebesar 0,25%,"ujar dia di Jakarta, Senin (7/10).

Dia juga menuturkan, dari dalam negeri investor lokal juga masih menunggu data cadangan devisa yang akan dipublikasikan pada pekan ini. Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan akan bergerak mixed pada kisaran 4.313--4.409 poin. Pada perdagangan kemarin, koreksi saham-saham infrastruktur dan konstruksi membuat IHSG tak mampu bertahan di zona hijau. Investor banyak menjual saham-saham lapis dua.

Perdagangan berjalan cukup cepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 110.886 kali pada volume 3,588 miliar lembar saham senilai Rp 3,634 triliun. Sebanyak 83 saham naik, sisanya 151 saham turun, dan 106 saham stagnan.

Bursa regional akhirnya kompak melemah di zona merah. Investor lakukan aksi jual dipicu kekhawatiran atas ditutupnya pemerintahan AS yang sudah berjalan sepekan ini. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Inti Bangun (IBST) naik Rp 300 ke Rp 6.400, Ultra Jaya (ULTJ) naik Rp 200 ke Rp 4.625, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 12.550, dan Indocement (INTP) naik Rp 200 ke Rp 18.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 550 ke Rp 10.900, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 12.000, Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 19.000, dan Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 30.300.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah tipis 6,354 poin (0,14%) ke level 4.382,993. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,812 poin (0,11%) ke level 732,095. Saham-saham komoditas masih jadi incaran aksi beli pagi ini, membuat indeks sektor agrikultur dan tambang menguat cukup tinggi. Indeks bergerak dalam rentang yang tidak terlalu lebar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup cepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 63.085 kali pada volume 1,959 miliar lembar saham senilai Rp 1,962 triliun. Sebanyak 94 saham naik, sisanya 109 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed cenderung melemah pada sesi I. Bursa Singapura jadi satu-satunya pasar modal yang bisa menguat. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 28.400, Inti Bangun (IBST) naik Rp 250 ke Rp 6.350, Renuka (SQMI) naik Rp 180 ke Rp 900, dan Resources Alam (KKGI) naik Rp 150 ke Rp 2.150.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 550 ke Rp 10.900, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 12.000, Unilever (UNVR) turun Rp 250 ke Rp 30.450, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 200 ke Rp 35.150.

Sebaliknya, diawal perdagangan indeks BEI dibuka menguat 3,19 poin atau 0,07% menjadi 4.392,55. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,82 poin (0,11%) ke level 733,72.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada menuturkan, IHSG dibuka menguat namun masih terbatas karena belum adanya sentimen positif baru di pasar. Dia menambahkan, melemahnya mayoritas bursa saham di kawasan Asia dapat menjadi sentimen negatif bursa saham domestik, indeks BEI pun dimungkinkan akan bergerak mudah berubah (volatile)."Hambatan IHSG dalam mempertahankan tren kenaikan jangka pendeknya, kemungkinan karena masih berlanjutnya aksi ambil untung. Diperkirakan indeks BEI pada Senin ini bergerak di kisaran 4.380--4.430 poin,”ungkap dia.

Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa sentimen dari dalam negeri investor cenderung melakukan "wait and see" menanti pengumuman tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) pada pekan ini."Di sisi lain, kalangan pasar juga menanti kepastian atas kesepakatan pagu utang (debt ceiling) AS, yang harus diputuskan selambat-lambatnya pada 17 Oktober 2013," paparnya.

Diprediksi, IHSG akan bergerak berfluktuasi untuk kembali berada dalam fase konsolidasi dalam jangka pendek. Kisaran IHSG untuk Senin ini berada dalam level batas bawah 4.371--4.352 poin dan batas atas 4.410--4.431 poin.

Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 195,46 poin (0,84%) ke level 22.943,08, indeks Nikkei-225 turun 115,76 poin (0,83%) ke level 13.909,23, dan Straits Times melemah 0,31 poin (0,01%) ke posisi 3.137,77. (bani)