Alumni IPB Tegaskan Komitmen Kemandirian Bangsa

NERACA

Jakarta – Ribuan alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) menegaskan kembali komitmen mereka untuk membuat Bangsa Indonesia kembali mandiri dalam hal pangan. Ketua Himpunan Alumni IPB Bambang Hendroyono mengingatkan kembali apa yang pernah dikatakan Presiden Pertama Republik Indonesia, bahwa persoalan pangan adalah persoalan hidup dan mati Bangsa Indonesia.

“Beberapa tahun yang lalu, Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan dan prestasi ini pun diakui secara luas oleh masyarakat dunia. Setelah berjalannya waktu, kini kita semua ditantang untuk kembali mewujudkan kemandirian pangan bagi rakyat Indonesia tersebut,” kata Bambang saat acara Reuni Emas 50 Tahun IPB di Jakarta akhir pekan lalu.

Terlebih lagi, kata Bambang, pada saat ini Indonesia mengalami peningkatan jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga dibutuhkan kemampuan untuk menyediakan sumber pangan yang mencukupi.

“Momentum reuni emas ini kiranya mendorong alumni IPB dan seluruh komponen bangsa untuk bertekad lebih gigih lagi memperjuangkan kemandirian di bidang pangan nasional, meskipun tantangannya begitu berat. Tekad ini harus dirancang sedini mungkin secara cermat dan komprehensif, sehingga cita-cita besar itu dapat terwujud secara konsisten dalam kurun waktu yang relatif tidak terlalu lama,” jelas Bambang.

Bagi alumni IPB sendiri, cita-cita membangun kemandirian pangan merupakan suatu tantangan sekaligus peluang. Pidato Bung Karno di atas kiranya mampu membangkitkan kembali spirit para alumni IPB untuk lebih bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas membangun bangsa dan negara Indonesia menjadi negara yang berkedaulatan di bidang pangan.

Melalui dialog terbuka dalam forum konsolidasi alumni IPB yang berlangsung dengan dinamis, telah dilahirkan kredo Satu Hati, Satu Almamater IPB dan rumusan ikrar alumni IPB yang merupakan kebulatan tekad alumni untuk berkomitmen lebih solid dalam membangun bangsa dan negara Indonesia, khususnya di bidang pangan nasional.

“Perhelatan Reuni Emas tidak hanya diisi dengan kegiatan hura-hura, melainkan merupakan ajang konsolidasi seluruh potensi alumni IPB untuk menata kembali keberadaan dan peran alumni bagi pembangunan nasional Indonesia,” kata Bambang.

Momentum Reuni Emas ini, kata Bambang, merupakan kesempatan emas bagi alamamater IPB dan alumninya untuk merenungkan kembali perjalanan sejarah IPB selama setengah abad, serta untuk membangun kesadaran kolektif bagi kemajuan bangsa dan negara ke depan.

“Inilah saat yang tepat bagi seluruh civitas academika IPB bersama seluruh alumninya untuk berkontemplasi merajut kembali masa depan Indonesia yang lebih gemilang, serta meneguhkan kepedulian terhadap masalah bangsa dan negara, khususnya di bidang kemandirian pangan,” kata Bambang.

Bambang juga menjelaskan bahwa IPB telah menunjukkan prestasi yang layak dibanggakan sebagai pencetak generasi muda yang tangguh dan handal. Bahkan di antara alumninya banyak yang telah menorehkan tinta emas dengan menghasilkan karya-karya nyata yang diakui oleh masyarakat dunia. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Komitmen Anies-Sandi Ditunggu

  Pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno akhirnya resmi memegang tampuk kepemimpinan birokrasi pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Kita mendukung…

Jasa Marga Tegaskan Tak PHK Petugas Operasional - Elektrifikasi Gerbang Tol

  NERACA Jakarta - PT Jasa Marga Tbk menegaskan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.300 petugas…

BPK Tak Bisa Kendalikan Auditornya - PERLU KOMITMEN PETINGGI NEGARA BERANTAS KORUPSI

Jakarta-Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja Djanegara mengungkapkan, tidak bisa mengendalikan “permainan” auditor di lapangan yang sedang memeriksa lembaga…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Infrastruktur jadi Senjata Pemerintah Atasi Middle Income Trap

      NERACA   Jakarta – Indonesia digadang-gadang akan keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle income trap.…

Pariwisata Digadang-gadang Bakal jadi Penyumbang Terbesar Devisa

    NERACA   Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada…

LTC Glodok Sediakan Layanan SIM dan STNK Keliling

  NERACA   Jakarta – Pusat perbelanjaan Lindeteves Trade Center Glodok (LTC Glodok) bekerjasama dengan Polda Metro Jaya mengadakan pelayanan…