AGF-BC Jangkau Wirausahawan Berbasis Komunitas

Sabtu, 12/10/2013

NERACA

Perempuan menduduki peran penting dalam masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Memberdayakan perempuan dapat menghasilkan efek riak yang berpotensi memberikan dampak kepada keluarga, komunitas, desa dan bahkan negara. Sudah terbukti bahwa negara yang memiliki perbedaan gender yang paling kecil, memiliki produktivitas dan daya saing ekonomi lebih besar.

Di Inggris, kewirausahaan sosial bertumbuh sebagai sebagai gerakan inovatif dan progresif yang digerakkan oleh komunitas-komunitas demi menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi secara independen. Melalui kewirausahaan, mereka hadir dengan solusi-solusi inovatif yang digunakan untuk tujuan sosial, yang membuat kewirausahaan sosial menjadi bagian penting dari sebuah inovasi sosial.

Terkait hal tersebut, Arthur Guinness FundTM(AGF) dan British Council (BC) berkomitmen untuk mendukung kewirausahaan sosial yang dipimpin oleh perempuan dan berbagai komunitas di Indonesia bagian timur melalui kompetisi “Community Entrepreneur Challenges Wave IV” (CEC).

“Melalui inisiatif AGF-BC ini, kami dapat menjangkau para wirausahawan sosial berbasis komunitas dan kami juga bisa berkontribusi untuk alternatif pembangunan sosial dengan cara menemukan solusi untuk berbagai masalah sosial dan lingkungan,” jelasCountry DirectorBritish Council Indonesia, Sally Goggin. CEC memberikan dukungan berupa pelatihan dan pendampingan dan juga akses ke berbagai pengalaman dari para ahli dari UK, serta akses internasional dan kesempatan mendapatkan pendanaan untuk membangun usaha sosial yang sukses.

AGF-BC “Community Entrepreneurs Challenge” adalah kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Arthur Guinness FundTMdan British Council sejak tahun 2010. Kompetisi ini bertujuan untuk mendukung dan merayakan berbagai bentuk usaha yang dijalankan dan dikelola oleh para anggota komunitas sebagai kontribusi mereka untuk menyelesaikan permasalahan sosial dan lingkungan yang dihadapi.

Selama tiga tahun pelaksanaannya, AGF-BC “CEC” telah menyediakan program peningkatan kapasitas bagi perwakilan dari 200 komunitas terpilih dan telah memilih 17 praktek terbaik dari berbagai komunitas di seluruh Indonesia dengan total bantuan dana sebesar 127,000 Poundsterling atau lebih dari Rp2,2 miliar, serta menyentuh hidup sekitar 24.000 orang.

Arthur Guinness FundTMmerupakan kelanjutan dari pemikiran filantropi Arthur Guinness dan sungguh mendemonstrasikan bagaimana Guinness adalahMADE OF MORE. Pemberian bantuan dana ini bertujuan untuk meneruskan warisan Arthur Guinness dengan mendukung para wirausahawan sosial di seluruh dunia melalui kerja sama dengan berbagai organisasi,” ujarperwakilan dari Arthur Guinness FundTM John Galvin.

Koperasi Fatima Azzahra adalah salah satu pemenang dari AGF-BC “CEC Gelombang III”. Setelah menerima hampir 100 juta rupiah dari kompetisi tersebut, mereka menambah jumlah anggota mereka dari 130 keluarga menjadi 400 keluarga dengan keuntungan bersih hingga 500 juta rupiah per minggu.

Sutrisno, seorang nelayan yang memimpin Koperasi Muara Baimbai, adalah pemenang dari AGF-BC, CEC Gelombang II”. Ia berbagi kisah dengan menitikberatkan betapa pentingnya dukungan dan pengakuan dari pemerintah setelah kemenangannya pada kompetisi tersebut.