Bergantung Pada Pasar Dalam Negeri Jadi Tantangan China

NERACA

Nusa Dua - China menganggap ketergantungan pasar dalam negeri yang sangat tinggi di negaranya merupakan tantangan tersendiri bagi pertumbuhan ekonomi domestik dan kawasan. Menurut Pemimpin COFCO Corporation, Frank Gaoning Ning, China menghadapi tantangan tersendiri di tengah kondisi ekonomi yang tumbuh pesat, salah satunya adalah ketergantungan pada pasar dalam negeri yang relatif tinggi.

\"Harus diakui, jumlah pendudk China yang besar, nomor satu di dunia merupakan pasar yang potensial. Namun, di sisi lain hal itu menjadi tantangan tersendiri karena membuat China cenderung hanya mengandalkan pasar dalam negeri,\" kata Ning di Nusa Dua, Bali, Minggu (6/10).

Ketergantungan pada pasar dalam negeri, lanjut Ning, berpengaruh pada daya saing global China karena hanya mengacu pada selera pasar domestik da tidak tertutup kemungkinan akan muncul proteksionisme secara otomatis karena kondisi tersebut.

Di satu sisi, proteksionisme akan menghalangi tercapainya liberalisasi ekonomi di antara ekonomi-ekonomi APEC. \"Di sisi lainnya, pasar China tidak akan berkembang,\" tambahnya. Selain ketergantungan pasar dalam negeri yang tinggi, Ning mengatakan China juga terlalu mengandalkan tenaga kerja dalam negeri dan depresiasi mata uang untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Ketergantungan pada tenaga kerja dalam negeri telah membuat arus ubarnisasi besar-besaran di China, sekitar 10 atau 15 juta orang pindah ke kota-kota besar untuk mencari kerja, akibatnya pertumbuhan tidak merata dan muncul masalah-masalah sosial. \"Hal ini juga akan menjadi hambatan dalam meningkatkan konektivitas antara China dengan kawasan Asia-Pasifik, terutama dalam hal \'people-to-people contact\',\" kata dia.

Namun, Ning optimistis China masih menjadi negara tujuan turis dan investasi sekaligus pelancong dan investor terbesar di dunia. \"Saat ini China sedang bertumbuh, terus mengembangkan pembangunan infrastruktur dan nilai investasi kami mencapai US$800 miliar,\" tandasnya. [ant/ardi]

BERITA TERKAIT

Humpuss Bidik Pendapatan Tumbuh 15% - Bergantung Pada Proyek Pemerintah

NERACA Jakarta – Masih menjanjikannya bisnis jasa angkutan laut tahun depan, seiring dengan membaiknya harga minyak dunia mendorong PT Humpuss…

Manulife Sebut Pasar Obligasi Masih Positif

  NERACA   Jakarta - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memandang beberapa faktor positif dari domestik masih akan terus…

Pasar IPO Tahun Depan Penuh Tantangan - Dihantui Pengetatan Likuiditas

NERACA Jakarta – Mendorong pertumbuhan kapitalisasi di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mengandalkan pertumbuhan jumlah emiten di…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Soal E-Money, Bank Mandiri Kerjasama dengan 12 Bank

      NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) telah menjalin kesepakatan strategis dalam bidang…

Perbankan Diminta Realisasikan Targat Satu Juta Rumah

  NERACA   Jakarta - Sejak digulirkannya program satu juta rumah oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), target…

ADB Dukung Bisnis Inklusif Di Indonesia

  NERACA   Jakarta - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) mendukung bisnis inklusif di Indonesia melalui investasi untuk sektor…