Majukan PKL, CSR BRI Dukung Night Market Jakarta

Senin, 07/10/2013

NERACA

Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta (Pemprov DKI) menggelar acara night market atau pasar malam sepanjang Jalan Merdeka Selatan hingga Sabang. Sesuai rencana, ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) dilibatkan di sepanjang area itu, dan akan berlangsung setiap Sabtu malam, dimulai 5 Oktober 2013 ini.

Untuk menyukseskan acara itu, Pemprov DKI menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk memberikan layanan perbankan selama acara. “Kami mendapat kehormatan untuk berpartisipasi di acara night market ini. Sebab ini juga terkait pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yakni PKL. Jadi sangat positif bagi kami,” ujar Sekretaris Perusahaan Muhamad Ali di Jakarta, kemarin.

Night market buat PKL ini digelar disepanjang Jalan Merdeka Selatan. Mulai dari samping kantor Wapres, Wisma Antara, kemudian belok kiri sampai ke Sabang. Kegiatan ini diadakan mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB itu, dan melibatkan sekitar 400 pelaku usaha mikro/kecil yakni terdiri dari 100 pedagang kuliner, dan 300 pedagang non kuliner. Ratusan PKL ini merupakan pedagang yang produknya telah dikenal luas oleh masyarakat sekaligus juga merupakan binaan Dinas UMKM Pemprov DKI. Sedangkan, pengunjung ditargetkan sebanyak 10 ribu orang setiap malam.

Penyelenggaraan night market ini merupakan awal mula digelarnya kegiatan serupa pada setiap pekan di wilayah Jakarta. Nantinya akan ada beragam makanan Betawi, sebagai ciri khas Jakarta yang paling utama dalam night market ini. Ali mengatakan, sebagai salah satu pendukung acara night market tersebut, BRI akan menerjunkan jaringan dan layanannya yakni ratusan unit electronic data capture (EDC), mobile banking, serta mensponsori kelangsungan acara melalui corporate social responsibility (CSR) BRI.

Seluruh kios pedagang dilengkapi dengan EDC BRI sebagai sarana pembayarannya. "Jadi tinggal gesek saja, lebih praktis dan aman sehingga pengunjung tidak perlu bawa uang banyak-banyak," jelas Ali.

Ali mengatakan, night market ini sangat positif untuk mempromosikan pelaku UKM di Tanah Air. “Tidak hanya Jakarta yang dipromosikan tapi juga akan muncul banyak brand-brand UMKM yang baru, sebab itu BRI sangat antusias mendukung acara ini,” pungkas Ali.

Ali mengatakan, selama ini banyak usaha-usaha mikro yang prospektif. Namun salah satu kendala berkembangnya usaha-usaha ini adalah akses pasar yang sempit dan brand-brand tersebut belum terangkat ke publik.”Dengan acara ini kami yakin akan banyak UMKM yang akan mengalami penguatan,” ujar Ali.

Komitmen BRI membiayai usaha kecil bukan isapan jempol belaka. Hingga Juni 2013, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 391,8 triliun. Dari eksposur itu, kredit BRI didominasi oleh sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yakni sebesar Rp 286,8 triliun atau lebih dari 80%. Besarnya penyaluran kredit BRI untuk sektor UMKM ini didukung oleh jumlah jaringan unit kerja BRI yang terus bertambah. Hingga Juni 2013, BRI telah memiliki lebih dari 9.300 unit kerja dengan didukung oleh lebih dari 65ribu jaringan e-channel yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia dan terkoneksi secara realtime online.

"Sebagai catatan, kontribusi kredit mikro BRI dalam portofolio kredit BRI terus meningkat dalam 5 (lima) tahun terakhir. Begitupun dalam sisi pengumpulan dana pihak ketiga, produk simpanan Simpedes BRI, perJuni 2013 tercatat Rp 111,14 triliun," pungkas Ali. [fba]