Premi Bruto Asuransi Umum Meningkat 10,2%

Senin, 07/10/2013

NERACA

Jakarta - Hingga semester I 2013, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatatkan pertumbuhan premi bruto asuransi umum sebesar 10,2% dari periode yang sama tahun lalu, atau sebesar Rp20,82 triliun.

“Perlambatan pertumbuhan tersebut terjadi akibat koreksi atas pertumbuhan ekonomi Indonesia, walau hanya 10 persen, namun kami optimis di akhir tahun ini target sebesar 15 persen akan tercapai, karena di semester kedua akan terjadi pertumbuhan asuransi kendaraan bermotor karena akan hadirnya mobil murah,” ujar Kepala Divisi Statistik, Informasi, Riset dan Analisa AAUI, Budi Herawan di Jakarta, Jumat (4/10) pekan lalu.

Menurut Budi, hal ini juga terjadi karena adanya pembatasan terhadap kredit properti dan kendaraan bermotor. “Ini bisa terlihat pada pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor yang semester I tahun ini hanya tumbuh 10,7%, sementara untuk asuransi properti tumbuh sebanyak 18,3% diperiode yang sama,” kata Budi.

Meski pertumbuhan kendaraan bermotor mengalami perlambatan, namun Budi memperkirakan di semester II 2013 pertumbuhan asuransi umum masih akan didominasi oleh kendaraan bermotor. Budi juga menjelaskan, untuk meningkatkan laju perolehan premi bruto, tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan sektor korporasi. “Industri asuransi umum akan lebih banyak mengandalkan sektor medium ritel, seperti contohnya ruko, pengembang dan lainnya,” jelas dia.

Direktur Eksekutif AAUI, Julian Noor mengatakan, penyebaran asuransi properti nantinya memang akan berkembang di sektor medium ritel. Namun tidak hanya itu, adanya mobil murah juga dinilai akan mendorong pertumbuhan premi industri asuransi. "Peningkatan permintaan mobil murah terlihat dari indennya yang cukup banyak di semester kedua ini," tandasnya.

Apalagi, pada semester kedua ini, ada dua perlehatan yang mendorong permintaan kendaraan bermotor. Perlehatan pertama adalah Lebaran, dan yang kedua adalah Indonesia International Motor Show (IIMS).

Sementara, permintaan cukup tinggi juga datang dari sepeda motor yang digunakan untuk rental. Menurut Budi, hal ini bisa membuka peluang bagi industri asuransi umum.

Di tengah pertumbuhan premi bruto yang mengalami perlambatan, pertumbuhan klaim industri asuransi umum justru berkembang sebaliknya. AAUI mencatat, pada semester I 2013, industri asuransi umum mencatat total klaim sebesar Rp7,67 triliun, atau hanya meningkat 1,2% dibandingkan semester I 2012 sebesar Rp7,58 triliun.

Budi menjelaskan, kecilnya klaim yang terjadi pada semester I 2013, karena tidak ada klaim besar yang disebabkan oleh katatrospik. Memang masih tersisa sedikit klaim dari peristiwa banjir awal tahun lalu, namun hal tersebut tidak berkontribusi banyak terhadap total klaim asuransi umum.

AAUI mencatat, kontribusi kedua di dominasi oleh pangsa pasar asuransi umum diikuti oleh Properti (harta benda) sebesar 29,4%. Selanjutnya, disusul kesehatan 7,1%, aneka 4,8%, dan kecelakaan 4,7%. [sylke]