Proyek Pembangkit Listrik Adaro Terhambat

NERACA

Jakarta- PT Adaro Energy Tbk (ADRO) belum dapat melakukan pembiayaan pembangkit listrik tenaga batu bara senilai US$4 miliar. Rencana untuk merealisasikan proyek ini akhirnya ditunda menjadi Oktober 2014 karena masih terkendala permasalahan lahan. Informasi tersebut disampaikan manajemen Electric Power Development atau J-Power dalam keterangan resminya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Diketahui, proyek tersebut merupakan bentuk konsorsium bersama dengan Japan Electric Power Development Co, Itochu Corp. Konsorsium telah melakukan akuisisi lebih dari 80% lahan yang dibutuhkan untuk membangun pembangkit 2.000 megawatt di Batang Jawa Tengah. Penundaan juga telah terjadi pada tahun lalu sejak rencana awal Oktober 2012.

Untuk menyiasati volatilitas batubara, manajemen PT Adaro Energy Tbk mengaku akan tetap fokus pada pengembangan usaha melalui beberapa anak usahanya. Head of Investor Relations Adaro Energy, Cameron Tough Adaro mengatakan aset yang diakuisisi perseroan terus membuat kemajuan, misalnya investasi pada cadangan batubara di Balangan yang terletak di sebelah konsesi Adaro Indonesia yang diperkirakan dapat memulai produksi pada 2014 . “Pada saat investasi ini mulai beroperasi maka pendapatan Adaro diharapkan akan meningkat. ” ucapnya.

Pengeboran di Balangan, sambung dia, terus dilanjutkan untuk menyelesaikan studi cadangan JORC, meliputi penggunaan Laser Imaging Detection and Ranging (LIDAR) yang menghasilkan data topografi yang cepat dan akurat. Akuisisi lahan, pembangunan jalur pengangkutan yang akan menghubungkan jalur pengangkutan di Paringin, dan pembangunan jembatan terus dilanjutkan. “Adaro memperkirakan studi cadangan JORC dapat selesai pada akhir 2013 dan mulai produksi pada awal 2014. ” jelasnya.

Selain itu perseroan juga terus berkonsentrasi pada kesiapan tambang pada konsesi batubara yang belum dikembangkan (greenfield) di Sumatra Selatan (MIP, BEE) dan Kalimantan Timur (BEP). Kesiapan tambang tersebut meliputi perizinan, akuisisi lahan, memastikan dukungan sosial dan masyarakat, dan menyelesaikan studi teknikal dan geologis.

Menurut dia, pihaknya tidak menginvestasikan belanja modal yang signifikan untuk pengembangan konsesi batubara yang diakuisisi. Sejalan dengan strategi untuk berintegerasi lebih jauh dari “Pit to Port to Power,” perseroan juga telah membuat kemajuan signifikan untuk merealisasikan strategi ini. Pihaknya optimistis pada ketahanan jangka panjang business model perseroan dan potensi pertumbuhan pada pasar batubara dan pasar negara-negara berkembang di Asia. “Dengan berekspansi ke bisnis ketenagalistrikan, kami mengurangi volatilitas dari bisnis batubara .” ujarnya.

Di bisnis ini PT Adaro Power dan Korea East West Power bekerja sama untuk membangun pembangkit listrik berbahan bakar batubara dengan kapasitas 2X100 MW yang terletak di Tanjung, Kalimantan Selatan. Perseroan juga menggarap proyek pembangkit listrik berbahan bakar batubara dengan kapasitas 2X1000 MW yang terletak di Jawa Tengah. Dalam proyek ini perseroan mempunyai kepemilikan 34% bersama dengan J- Power (34%) dan Itochu Corporation (32%), telah membuat kemajuan signifikan selama tahun ini dalam proses akuisisi lahan. (lia)

BERITA TERKAIT

Ford Produksi Mobil Listrik di Jerman Setelah Masa Fiesta Habis

Produsen otomotif Amerika Serikat, Ford, baru bisa memproduksi kendaraan listrik di Jerman setelah tahun 2023, saat siklus produk Ford Fiesta…

Eksekusi Pekerjaan PSN Mulai 2018 - PRESIDEN INGATKAN DAMPAK EKONOMI PROYEK STRATEGIS NASIONAL

Jakarta-Presiden Jokowi mengingatkan para menteri agar proyek strategis nasional (PSN) yang direncanakan mulai dikerjakan tahun ini harus betul-betul dipastikan eksekusinya…

Tahun Ini, WSBP Targetkan Rampung Suplai Proyek - Catatkan Kontrak Baru Rp 2,12 Triliun

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur yang digulirkan pemerintah menjadi berkah bagi PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) yang ikut…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

IHSG Sepekan Tumbuh 1,07% - Kapitalisasi Pasar di BEI Capai Rp 7 Triliun

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin atau priode 16 hingga…

BEI Padang Ikut Gelar Tes Serentak CMP DP

Sebanyak 86 peserta mengikuti tes tertulis tenaga profesional pasar modal untuk mengikuti Capital Market Professional-Development Program (CMP-DP) 2018 yang diselenggarakan…

Indofarma Anggarkan Capex Rp 160 Miliar

Danai pengembangan bisnis, PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) tahun ini menganggarkan belanja modal atau (capital expenditure /capex) sebesar Rp160 miliar.…