Pemburu Rente Bikin P3DN Tidak Berjalan Optimal - Produk Lokal Vs Barang Impor

NERACA

Jakarta - Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, untuk menekan lajunya produk impor di dalam negeri, dengan mendorong pemakaian produk lokal atau penggunaan produksi dalam negeri di seluruh instansi pemerintah yang ada dengan tujuan meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional.

Bahkan, secara gamblang dalam instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2009 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah telah mengamanatkan bahwa instansi pemerintah wajib memaksimalkan penggunaan hasil produksi dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa yang dibiayai oleh APBN/APBD, terutama untuk produk yang nilai capaian tingkat kandungan dalam negerinya telah mencapai minimum 25% atau 40% termasuk Bobot Manfaat Perusahaan (BMP).

Dalam implementasi Inpres tersebut, Menteri Perindustrian mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 49/M-IND/PER/05/2009 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Dari regulasi yang telah ada, Pemerintah dituntut menjadi lokomotif dari penggunaan produk dalam negeri yang nantinya diharapkan akan diikuti oleh masyarakat luas.

Pemerhati Kebijakan Industri dan Perdagangan, Fauzi Aziz mengungkapkan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) harus didukung oleh semua pihak. \"Saat ini masih banyak oknum yang mencari \"rente\" di sektor perdagangan impor, pengadaan barang dan Jasa, sehingga program P3DN tidak berjalan dengan optimal,\" jelas Fauzi saat dihubungi Neraca, akhir pekan lalu.

Lebih lanjut, Mantan Dirjen IKM ini memaparkan, yang lebih menyedihkan, dari pihak masyarakat konsumen Indonesia, sudah makin terperangkap ke dalam jebakan mindset global consumerism sehingga mereka lebih menyukai barang impor ketimbang barang dalam negeri meskipun membelinya harus dengan jalan berhutang (menggunakan fasilitas kredit konsumsi).

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Perindustrian bidang Pemasaran dan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN), Fery Yahya mengungkap kalau hingga kini program P3DN belum berjalan sesuai harapan. .

Padahal, lanjut Fery, sebenarnya tidak ada yang kurang pada produk-produk Indonesia, baik mutu, desain dan harga, produk nasional mampu bersaing, di pasar internasional sekalipun. Soal masih ada satu dua produk hyang bermutu buruk, yah itu wajar-wajar saja. Tapi jangan digeneralisir bahwa semua produk Indoneia tidak bermutu.

Namun tambahnya, walau produk kita kurang layak, secara nasional, kita wajib hukumnya mencintai produk sendiri.

Dia memberi contoh warga India yang begitu mencintai produknya. Dia sebut misalnya mobil produk India tidak ada apa-apanya dibanding yang diproduksi di Indonesia, tapi mereka sangat mencintai mobil yang mereka produksi. Kalau kita cintai produksi sendiri, lama-lama kan para produsen akan membenahi mutu dan desain. Tapi ini belum apa-apa sudah dicap jelek. Alasan klasik.

Diakui, berbagai upaya telah dilakukan Kementerian Perindustrian untuk terus mendorong peningkatan penggunaan produk-produk industri dalam negeri melalui penerapan regulasi dan program stimulan seperti kampanye P3DN di setiap lini kegiatan ekonomi.

BERITA TERKAIT

Batasi Barang di Kabin Pesawat

Kami mendengar berita otoritas penerbangan di Australia sudah bertindak tegas terhadap barang/tas yang dibawa penumpang ke dalam kabin pesawat. Selain…

Produk Unggulan Indonesia Dipromosikan di Australia

NERACA Jakarta – Produk usaha kecil menengah (UKM) unggulan Indonesia dipromosikan di pasar Australia melalui kerja sama Smesco Indonesia dengan…

Pangkas Aset KPR Tidak Produktif - BTN Lelang 986 Unit Rumah Senilai Rp 216 Miliar

NERACA Bogor - Sebagai salah satu upaya perseroan untuk memperbaiki kualitas kredit, Bank BTN melaunching produk baru yang dibandrol nama…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Industri Minuman Ringan Sudah Terapkan Teknologi HPP

NERACA Jakarta – Industri makanan dan minuman di Indonesia semakin siap menerapkan revolusi industri 4.0 dengan pemanfaatan teknologi terkini. Berdasarkan…

Memacu Manufaktur Lewat Percepatan Industri 4.0

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan pihaknya berkomitmen untuk membangun industri manufaktur nasional yang berdaya saing global melalui…

Pemerintah Serahkan Bantuan ke 47 Usaha Kreatif

  NERACA Jakarta – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah menyerahkan secara simbolis Bantuan Pemerintah untuk 47 pelaku di sektor kreatif.…