Indonesia Sepakat Tingkatkan PTA dengan Peru

Kerjasama Ekonomi Bilateral

Senin, 07/10/2013

NERACA

Nusa Dua - Setelah acara APEC Ministerial Meeting Officials Dinner di Amanusa Hotel, Nusa Dua, Bali, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengadakan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pariwisata Peru Magali Blanca Silva Velarde Alvarez.

Pertemuan ini mengawali pertemuan bilateral kedua negara dengan menindaklanjuti hasil kesepakatan kedua Kepala Negara Indonesia dan Peru pada pertemuan APEC di Vladivostok, Rusia, pada tahun 2012 dan kunjungan kerja Menteri Perdagangan Indonesia ke Peru pada tahun yang sama. “Untuk itu, kita perlu meningkatkan jaringan dan komunikasi yang lebih baik di sektor perdagangan, investasi, dan beberapa sektor lainnya,” kata Menteri Gita Wirjawan dalam keterangan pers yang diterima Neraca, akhir pekan kemarin.

Langkah selanjutnya yang telah digagas dan diusulkan oleh Menteri Perdagangan Indonesia adalah pembentukan Indonesia-Peru Preferential Tariff Agreement (IP-PTA) yang akan difokuskan pada pembahasan beberapa produk tertentu terlebih dahulu, serta sektor pendukung yang memperlancar arus barang.

Menanggapi usulan Indonesia, Menteri Magali Blanca menyampaikan bahwa pihaknya sangat memahami kepentingan Pemerintah Indonesia dan sepakat atas pembentukan IP-PTA. Di samping itu, Menteri Magali Blanca juga mengusulkan peningkatan kerja sama di sektor pariwisata, selain di sektor perdagangan dan investasi. “Pariwisata adalah area yang dapat dikerjasamakan secara saling melengkapi tanpa harus berkompetisi,” ujar Menteri Magali Blanca.

Menteri Magali Blanca, juga menyampaikan bahwa pihaknya setuju untuk menjadi third country atas usulan Indonesia case study for sustainable trade development di Forum APEC, dimana Papua New Guinea (PNG) telah setuju sebagai supporting country. Menteri Gita Wirjawan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan Peru atas proposal Indonesia di forum APEC.

Selain itu, Menteri Gita juga menyampaikan update perundingan isu penting lainnya pada pertemuan APEC yang sedang berjalan saat ini, serta proses persiapan KTM WTO ke-9 di Bali pada Desember mendatang dan meminta dukungan Peru untuk menyukseskan KTM WTO.

Pada tingkat teknis, Menteri Gita Wirjawan menyampaikan bahwa Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional, Iman Pambagyo, akan menjadi vocal point untuk menindaklanjuti perundingan Indonesia Peru PTA. Sementara itu, Menteri Magali Blanca menunjuk Direktur APEC Peru, Julio Chan, sebagai vocal point dari pihak Peru.

Lebih jauh, Menteri Magali Blanca menggarisbawahi bahwa dalam pengembangan produk olahan atau yang bernilai tambah dan UKM, pihaknya ingin mengajak Menteri Gita untuk meningkatkan kerja sama untuk sektor industri bernilai tambah dan UKM. Peru sangat bangga terhadap pengembangan industri UKM di Indonesia yang sangat pesat dan dapat mendongkrak ekonomi dan mengembangkan kreativitas industri.

Menteri Magali Blanca menginginkan agar UKM Peru dan UKM Indonesia dapat bekerja sama dan lebih maju dalam memanfaatkan teknologi. “Kami memandang Indonesia adalah contoh yang bisa ditiru,” ujarnya. Menteri Magali Blanca dalam pertemuan ini juga sekilas menyinggung tentang United Nations Industrial Development Organization (UNIDO).

Presiden Peru Ollanta Humama Tasso menyampaikan bahwa pihaknya akan meningkatkan perdagangan dan hubungan strategis dengan negara anggota APEC. Ollanta mengatakan ia juga terbang ke Thailand untuk bertemu dengan Perdana Menteri, Yingluck Shinawatra, guna memperkaya dan memperkuat hubungan bilateral dengan Peru.

Perdagangan dengan negara APEC, bagi Peru tidak hanya berarti akses pasar yang lebih besar, namun juga pertukaran kebijakan di bidang pendidikan, budaya, beasiswa, dan pelaksanaan proyek-proyek kerjasama dalam bidang-bidang tertentu seperti sains, teknologi, pertanian dan pembangunan infrastruktur.

Total perkembangan perdagangan Indonesia-Peru dalam lima tahun terakhir meningkat 33.4%. Pada tahun 2012, total perdagangan Indonesia-Peru tercatat mencapai US$ 232,8 juta dan periode Januari-Juni 2013, mencapai US$ 117,4 juta.