Indo Tambang Bagi Dividen Rp1.014 Per Saham

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akan membagikan dividen interim 2013 sebesar Rp1.014 per lembar saham pada 15 November 2013. Pembagian dividen interim tersebut merujuk pada Circular Resolution of the Boad og Directors Perseroan pada 1 Oktober 2013. Informasi tersebut disampaikan dalam keterangan resmi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (3/10).

Disebutkan, jadwal cum dan ex dividen di pasar reguler atau negosiasi akan dilakukan pada 29-30 Oktober 2013, sedangkan di pasar tunai pada 1-4 November 2013. Adapun pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen, yaitu yang namanya tercantum hingga 1 November 2013.

Tercatat, hingga semester pertama tahun ini perseroan memperoleh laba turun menjadi US$123,43 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$246,74 juta. Sementara itu, produksi batu bara pada semester pertama tahun 2013 mencapai 14,4 juta ton atau lebih besar dari produksi pada tahun lalu di periode yang sama yang hanya mencapai 12,5 juta ton.

Untuk mendukung kinerja perseroan, pihak manajemen mengaku akan terus menekan berbagai komponen pengeluaran seperti mengurangi stripping ratio, efisiensi logistik, menekan biaya tidak langsung, dan mengutamakan belanja modal pada proyek-proyek yang mendesak.

Sekretaris Perusahaan ITMG, Roslini Onwardi sebelumnya mengatakan, penjualan batu bara perseroan ditujukan untuk pasar domestik dan ekspor. Beberapa negara yang menjadi tujuan antara lain China, Jepang, India, Korea Selatan dan negara-negara lain yang berada di kawasan Asia Timur.

Targetnya, perseroan dapat menaikkan produksi batu bara tahun ini sebesar 5,6% menjadi 28,5 juta ton dari produksi tahun lalu yang ditargetkan 27 juta ton. Sementara itu, untuk menunjang kegiatan operasionalnya, perseroan menganggarkan dana belanja modal konsolidasi sekitar US$150 juta pada 2013.

Alokasi terbesar untuk anak usaha, Indominco, yang mencapai US$70 juta dan digunakan untuk ekspansi pelabuhan, conveyor, dan crushing plant. Disusul untuk Trubaindo sebesar US$64 juta dan akan digunakan bagi agenda pembangunan infrastruktur Trubaindo dan crushing plant. Adapun untuk Bharinto dan Kitadin masing-masing US$ 6 juta, dan untuk Jurong US$ 2 juta. (lia)

BERITA TERKAIT

Dafam Patok Harga IPO Rp 115 Per Saham

Pemilik jaringan hotel Dafam, PT Dafam Property Indonesia Tbk mematok harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO)…

RS Hermina Bidik Dana IPO Rp 1,75 Triliun - Harga Rp3.7000 –Rp.500 Per Saham

NERACA Jakarta – Menjangkau pasar lebih luas lagi dengan terus membangun rumah sakit baru, induk perusahaan rumah sakit Hermina, PT…

TURI BAGIKAN DIVIDEN

kiri ke kanan. Direktur PT Tunas Ridean Tbk (TURI) Nugraha Indra Permadi berbincang dengan Direktur Utama Rico Setiawan, Direktur Kent Teo,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…