Jaring Investor Ritel, Kresna Tunjuk Duta Investasi - Perhatikan Fundamental Perusahaan

NERACA

Jakarta – Investor ritel yang cukup berhasil di dunia pasar modal, Lo Kheng Hong berbagi tips memilih saham di pasar modal. Menurut dia, dalam memperhatikan saham harus melihat fundamental perusahaan, bukan sentimen.

Ditunjuk sebagai duta Kresna, dirinya akan melakukan sosialisasi dan road show pasar modal ke berbagai kota besar di Indonesia. Rencananya. Dirinya bersama PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) akan mengenalkan pasar modal dan edukasi ke masyatakat Indonesia. Menmurut dia jumlah investor di Indonesia masih sangat sedikit, hanya sekitar 1%.“Sementara dibandingkan negara tetangga, seperti Singapura ada sekitar 30% yang masuk pasar modal”, ujarnya di Jakarta, Kamis (3/10).

Menurutnya, dalam membeli saham adalah melihat perusahaan tersebut dan bukan dari faktor makro. Sehingga yang menjadi perhatiannya adalah apakah perusahaan tersebut bisa berkembang ke depannya atau tidak. Selain itu, dia menilai berinvestasi di pasar modal lebih menjanjikan keuntungannya dibandingkan menyimpan uangnya di bank yang memang memiliki resiko rendah.“Saya simpan uang sedikit demi sedikit namun tidak menyimpan uang di bank tetapi saya membeli saham yang saya nilai perusahaan tersebut akan maju ke depannya dan harga sahamnya akan naik”, jelas dia.

Direktur Utama PT Kresna Graha Sekurindo Tbk Michael Stevan berharap dengan adanya investor ritel yang berhasil dan dijadikan sebagai Duta Kresna, dapat memberi inspirasi dan motivasi bagi investor dan calon investor. Nantinya Lo Kheng Hong bersama perseroan akan mensosialisasikan pasar modal di Indonesia untuk menyampaikan kepada masyarakat luas tentang manfaat berinvestasi di pasar modal.“Program ini bagian dari program CSR, sehingga tidak ada target nasabah yang ingin kita capai. Ditunjuknya Lo Kheng Hong karena beliau ingin berbagi apa yang telah diperolehnya di pasar modal kepada masyarakat. Kami juga ingin mengajak masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal”, ungkapnya.

Sehingga dengan adanya Duta Kresna dan program edukasi ini, perseroan berharap dapat menambah jumlah investor di pasar modal. Dengan semakin banyak jumlah investor domestik, maka pasar modal Indonesia akan semakin kuat dan tidak terpengaruh oleh aksi investor asing.

Sebelumnya, PT Mandiri Sekuritas tengah membidik investor ritel untuk terus menggenjot tumbuh pesat agar industri pasar modal menjadi lebih dinamis, “Di negara manapun, investor ritel sangat penting, bursa saham itu merupakan kombinasi investasi jangka panjang dan pendek, pertumbuhan investor ritel akan membuat dinamis pasar modal ke depanya,”kata Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Abiprayadi Riyanto.

Dirinya menuturkan, investor institusi cenderung menginvestasikan dananya untuk jangka panjang, sementara investor ritel berorientasi jangka pendek.\"Kalau investornya mayoritas jangka panjang maka bursa akan sepi transaksi, maka itu diperlukan investor ritel,”paparnya.

Disamping itu, perseroan menargetkan dapat menjaring investor ritel sebanyak 40.000 investor ritel di pasar modal pada tahun ini, per Agustus 2013 tercatat nasabah mandiri Sekuritas sekitar 22.000 nasabah ritel. Peningkatan investor ritel di Mandiri Sekuritas cukup signifikan, pada akhir Desember 2012 lalu jumlah ritel sebanyak 13.000 nasabah. (nurul)

BERITA TERKAIT

Berikan Kejelasan Bagi Investor - OJK Ganti Rugi Korban Pelanggaran Pasar Modal

NERACA Jakarta – Meskipun di indutri pasar modal sudah memiliki lembaga yang melindungi dana nasabah atau Indonesia Securities Investor Protection…

Sistem 3 in 1 Ditargetkan Jaring 72.000 Peserta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus menggelar program pelatihan industri berbasis kompetensi dengan sistem 3 in 1 (Pelatihan, Sertifikasi, dan…

Perkuat Bisnis Logistik - Adi Sarana Bikin Perusahaan Patungan

NERACA Jakarta – Mengoptimalkan layanan bisnis logistik, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menggandeng penyedia platform dagang elektronik atau e-commerce…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PPRO Berikan Kran Air Siap Minum di Semarang

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT PP Properti Tbk (PPRO) bersama…

Tawarkan IPO Rp 178 -198 Persaham - Interfood Bidik Kapasitas Produksi 10.600 Ton

NERACA Jakarta –Perusahaan produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)…

Mandom Targetkan Penjualan Tumbuh 10%

Sepanjang tahun 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga 10%. Hal itu ditopang pertumbuhan penjualan…