UBS Kembali Merekrut Agung Prabowo

NERACA

Jakarta - Perbankan asal Swiss, UBS AG, kembali merekrut Agung Prabowo sebagai Head of Corporate Client Services untuk Indonesia. Sebelumnya, dia pernah bekerja di UBS untuk periode Juli 2007 hingga Agustus 2012 dengan jabatan terakhir Executive Director. Melalui keterangan tertulis UBS yang diterima Neraca di Jakarta, Kamis (3/10), melaporkan bahwa saat ini Agung Prabowo menjabat sebagai Managing Director Barclays Investments Bank.

Dia didapuk menggantikan posisi Rajiv Louis yang mengundurkan diri pada 8 Mei 2012 yang pindah ke perusahaan investasi saham asal AS, The Carlyle Group LP. Sepak terjang Agung Prabowo di industri keuangan tak usah diragukan lagi. Sebelum berlabuh di UBS periode pertama, dirinya pernah mengisi posisi strategis di PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa dan HSBC Securities Indonesia. [ardi]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kena Dampak Covid 19, AAJI Minta Diizinkan Jual PAYDI Secara Online

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengizinkan Produk Asuransi…

Bank Mandiri Bayar BP Jamsostek Debitur KUR Senilai Rp5 Miliar

  NERACA Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait penyediaan asuransi perlindungan bagi debitur…

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Lakukan Penyesuaian Operasional

  NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh lembaga di industri jasa keuangan untuk melakukan penyesuaian operasional…