Per Agustus, Jamsostek Bukukan Laba 98%

Jumat, 04/10/2013

NERACA

Jakarta - PT Jamsostek (Persero), per Agustus 2013, sudah membukukan laba 98% dari target atau sebesar Rp2,07 triliun dari target Rp2,1 triliun. Melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (3/10), menyebutkan walaupun kondisi ekonomi bergejolak tetapi capaian sangat menggembirakan.

"Kami optimistis target laba akan tercapai tahun ini walaupun perekonomian saat ini masih bergejolak," kata Direktur Umum dan SDM Jamsostek, Amri Yusuf. Dia mengatakan, meski sudah mendekati target 2013, tetapi manajemen belum akan menaikkan target laba dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) tahun ini.

Sementara total dana investasi hingga Agustus 2013 sudah mencapai Rp147 triliun dengan hasil investasi sebesar Rp10,8 triliun. Sementara dari sisi aset sudah sekitar Rp149 triliun. Amri juga menjelaskan melemahkan perekonomian dunia akibat kondisi perekonomian Amerika Serikat membuat cemas banyak pihak.

Namun, fundamental ekonomi dalam negeri cukup kuat dan komitmen pemerintah dan DPR diharapkan pelaksanaan jaminan sosial nasional bisa terlaksana. Di sisi lain, dia menegaskan Jamsostek akan terus berkomitmen memberikan manfaat tambahan bagi pesertanya. Hingga September 2013 sedikitnya Rp40 miliar digelontorkan untuk manfaat tambahan bagi peserta.

Manfaat tambahan itu antara lain bea siswa, pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis dan pemberian alat pelindung. Program pemeriksaan kesehatan gratis akan dilaksanakan di 11 provinsi di antaranya Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.

Perusahaan yang dipilih untuk mendapatkan manfaat tambahan tersebut merupakan peserta yang patuh membayar iuran dan melaporkan upahnya sesuai yang diterima karyawan. Sedangkan Wakil Sekretaris Perusahaan Jamsostek, Kuswahyudi Kusnidar, mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian untuk meningkatkan kesehatan pekerja. "Jika pekerja sehat maka produktivitasnya akan meningkat dan perusahaan akan untung," ujarnya.

"Jamsostek Goes to Project"

Program periksa kesehatan gratis berlangsung mulai 2-15 Oktober yang diikuti sekitar 55 ribu pekerja. Sebelumnya, Jamsostek mencanangkan kegiatan "Jamsostek Goes to Project" yang bertujuan memastikan tenaga kerja yang sedang bekerja di proyek jasa konstruksi terlindungi dalam program Jamsostek.

"Kegiatan ini merupakan salah satu komitmen kami untuk memastikan perlindungan buruh, terutama menjelang transformasi Jamsostek menjadi BPJS 1 Januari 2014," kata Amri, kemarin. Dia mengemukakan hal itu saat meninjau Proyek Pembangunan Gedung DPRD Kota Medan, yang seluruh pekerjanya sudah dilindungi dalam program Jamsostek di Cabang Medan.

Amri mengatakan, sebagai pelindung pekerja dan mitra pengusaha, pihaknya komit untuk melayani pekerja dalam perlindungan Jamsostek. Kehadirannya di Kanwil Sumbagut juga untuk memberikan dukungan, dorongan dan motivasi terhadap pengusaha jasa konstruksi dan pekerja yang sedang melakukan pekerjaan di proyek-proyek yang didanai APBN, APBD, dan swasta.

"Kami berharap dengan pemberian peralatan K-3 dan perlindungan diri akan menambah semangat kerja saudara-saudara sehingga lebih nyaman dalam bertugas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami sebagai pelindung pekerja, mitra pengusaha," katanya.

Menurut dia, penyerahan bantuan peralatan yang diperuntukkan untuk perlindungan diri tenaga kerja konstruksi tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan dan motivasi agar proyek pembangunan gedung dewan dapat berjalan dengan lancar, tepat waktu, dan pekerja selamat dengan "zero accident". [rin]