​OCBC NISP Fokus​ Garap Nasabah Lama​ - Capai 1,5 Juta

NERACA

Jakarta - PT Bank OCBC NISP Tbk tengah fokus menggarap nasabah lama yang jumlahnya hampir mencapa​i​1,5 juta nasabah. Senior Corporate Executive Consumer Banking OCBC NISP, Ka Jit mengatakan, pihaknya optimis dapat memenuhi target sebanyak 17 ribu nasabah layanan perbankan primer.

Ka Jit menjelaskan, pertumbuhan nasabah primer ada dikisaran 30%. “Saat ini jumlahnya mencapai 15 ribu nasabah, untuk menjadi nasabah primer nasabah harus memiliki dana sebanyak Rp500 juta,” kata Ka Jit di Jakarta Kamis (3/10).

Lebih lanjut Ka Jit mengatakan, akan terjadi peningkatan nasabah, karena itu pihaknya menawarkan ke nasabah ritel yang dananya semakin besar. “Selain itu ada juga dari nasabah baru, tahun lalu jumlah nasabah primer OCBC NISP ada sekitar 11 ribu,” ungkap dia.

Sedangkan, dari sisi dana kelolaan, OCBC NISP menurut Ka Jit, perseroan berhasil memperoleh sebanyak Rp20 triliun dengan pertumbuhan sekitar 20% year on year (yoy). “Jumlah tersebut, mengambil porsi dana 60% dari total 1,5 juta nasabah individu perseroan. Dalam pengembangan layanan ini, OCBC NISP lebih memilih fokus ke dalam,” jelas dia.

Ka Jit juga mengatakan, pihaknya tidak terlalu agresif untuk mencari nasabah baru. “Kita prioritas garap nasabah internal. Kita manage lebih ke dalam. Beda dengan bank asing, mereka lebih lama di bisnis ini jadi mereka growth ke luar terus,” imbuhnya.`

Dia menambahkan, bahwa karakteristik nasabah primer adalah mereka mau ada hubungan baik, sehingga perlu dilayani secara khusus. Untuk itu, katanya, OCBC NISP menyiapkan 150 relationship manager dalam melayani 15 ribu nasabah primer perseroan.

“Jadi ini agar mereka fokus perhatikan kebutuhan nasabah. Untuk nasabah baru kita mau sasar nasabah ritel kita, karena biaya akuisisi lebih murah. Jadi masuk dari dalam dan kembangkan 1,5 juta nasabah individu. Potensi lebih besar dari dalam, banyak juga yang sudah menjadi nasabah kita puluhan tahun,” tutur Ka Jit.

Sebelumnya, berdasarkan laporan keuangan semester I 2013, perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp536,19 miliar, naik 31,85% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp406,67 miliar.

Sedangkan untuk beban operasional, selain bunga bersih, naik 14,95% menjadi Rp768,97 miliar dari sebelumnya Rp668,97 miliar. Untuk pertumbuhan pendapatan bunga bersih yakni 23,13% menjadi Rp1,49 triliun dari Rp1,21 triliun.

Sementara itu, OCBC NISP mencatatkan kenaikan laba operasional 33,32% menjadi Rp716,32 miliar dari Rp537,28 miliar. Jumlah aset perseroan tercatat Rp81,75 triliun dengan posisi kas sebesar Rp686,13 miliar.

Sedangkan untuk perolehan, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun pada paruh pertama tahun ini tercatat Rp57,02 triliun dengan penyaluran kredit sebesar Rp55,69 triliun.

Rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) tercatat 97,99%, biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) 77,98%, dan rasio net interest margin (NIM) 4,05%. Selanjutnya, non performing loan (NPL) gross berada pada level 0,69% dan NPL net 0,36%. [sylke]

BERITA TERKAIT

Pemerintah Fokus Mengembangkan Industri Hijau - Terkait Kunjungan Kerja ke Tiongkok

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus untuk mengembangkan program industri hijau, di mana setiap sektor manufaktur nasional perlu menerapkan prinsip…

Pemkab Lebak Fokus Bangun Infrastruktur

Pemkab Lebak Fokus Bangun Infrastruktur NERACA Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, memfokuskan pembangunan infrastruktur guna membebaskan sebagai daerah…

Permenhub Memaksakan Pendekatan Lama?

Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Berly Martawardaya menjelaskan diantara poin-poin yang dicabut oleh PMA.37/2017 adalah…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Didesak Optimalkan Komite Nasional Keuangan Syariah - Genjot Keuangan Syariah

  NERACA   Jakarta - Pemerintah perlu lebih mengoptimalkan Komite Nasional Keuangan Syariah yang dibentuk Presiden Joko Widodo, karena Indonesia…

BI Buka Transaksi Lindung Nilai Mata Uang Euro

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) membuka Transaksi "Swap" Lindung Nilai dalam mata uang non-dolar AS untuk…

Naik 24%, BTN Raih Laba Rp2 triliun

  NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. optimistis mampu mencapai target perseroan pada akhir tahun ini. Optimisme…