Jaya Property Baru Setor Modal Rp 100 Miliar - Bikin Perusahaan Baru

NERACA

Jakarta – Memperkokoh bisnis properti, PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) mendirikan perusahaan pengembang bersama dengan PT Komodo bernama PT Jaya Letris Properti (JLP). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (3/10).

Disebutkan, pembangunan perusahaan baru tersebut perseroan baru menempatkan modal sebesar Rp100 miliar. Perusahaan tersebut didirikan pada 1 Oktober 2013. Perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengembang properti ini berkedudukan di Tangerang Selatan.

Penyertaan modal JRPT di perusahaan itu adalah mayoritas, sebesar Rp60 miliar atau 60% dari modal yang ditempatkan dan disetor. Sedangkan, PT Komodo memiliki 40% saham atau setara penyertaan modal senilai Rp40 miliar. Penyertaan modal perseroan di JLP bukan merupakan transaksi material atau afiliasi. Sementara saham JRPT berada di harga Rp810/lembar saham.

Belum lama ini, perseroan menginvestasikan dana sebesar Rp600 miliar untuk menggarap proyek superblok di Bintaro Exchange. Proyek tersebut ditargetkan dapat beroperasi akhir tahun ini. Sekretaris Perusahaan JRPT, Andre Ryan Setiawan pernah bilang, proyek superblok tersebut sedang berjalan dalam beberapa tahap.

Disebutkan, proyek tersebut dibangun di lahan seluas 4,5 ha atau sekitar 45.000 meterpersegi. Sedangkan di tahap berikutnya perseroan akan menyasar proyek kondominium dan hotel (kondotel) ataupun perkantoran. Tidak hanya itu, perseroan juga memfokuskan proyek baru di segmen high rise building yang akan segera diluncurkan.

Proyek tersebut, lanjut Andre, merupakan proyek jangka panjang untuk mendongkrak pendapatan berulang (recurring income) perseroan. Kontribusi recurring income tahun lalu dan tahun ini disebutnya masih sekitar 11 persen dari total pendapatan. Dalam sepuluh tahun ke depan, kontribusinya diharapkan mencapai 20 persen. “Saat ini kita masuk pada proyek mal dan rumah sakit untuk menambah porsi reccuring income,” katanya. (bani)

BERITA TERKAIT

2018, Perusahaan Konvensional Terus Tergerus - KONSEKUENSI DERASNYA ARUS DIGITALISASI

Jakarta-Meski ekonomi dunia termasuk Indonesia ‎diperkirakan akan membaik pada 2018, arus digitalisasi terus merambah sehingga perusahaan ritel maupun transportasi konvensional…

Penuhi Modal, SNP Finance Rencanakan IPO

Perusahaan pembiayaan PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP Finance) berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), melalui mekanisme Initial Public…

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi NERACA Sukabumi - Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Kota Sukabumi ternyata…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presdir Hero Supermarket Mengundurkan Diri

Presiden Direktur Stephane Deutsch PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengundurkan diri. Pengumuman pengunduran diri tersebut disampaikan HERO dalam siaran persnya…

Tunas Baru Lampung Rilis Obligasi Rp 1 Triliun

Lunasi utang, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tunas Baru Lampung tahap I tahun 2018 dengan…

Jakarta Garden City Raih PMSEA 2018

NERACA Jakarta -- Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City (JGC) seluas 370 hektar, yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses,…