Akhir Pekan, Indeks BEI Menguat Terbatas

NERACA

Jakarta – Meskipun indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih dibayangi sentimen negatif bursa global, namun perdagangan saham di bursa masih ditutup menguat berkat penguatan saham-saham unggulan di sektor pertambangan. Mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat naik 31,039 poin (0,71%) ke level 4.418,643. Sementara Indeks LQ45 menguat 5,539 poin (0,76%) ke level 738,493.

Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan, sentimen domestik menjadi salah satu faktor pendukung bagi kenaikan IHSG BEI, “Sentimen domestik seperti, Inflasi tahunan lebih kondusif menjadi 8,40% dibandingkan dengan sebelumnya sebesar 8,79%,\" katanya di Jakarta, Kamis (3/10).

Sentimen dari eksternal, lanjut Alfiansyah, dampak dari terhentinya sebagian operasional di AS diperkirakan akan mengglobal dan akan direaksi beragam oleh masing-masing negara. Untuk Indonesia, menurut dia, berhentinya kegiatan itu dapat berdampak positif karena membuka kemungkinan deflasi. Jika \"shutdown\" AS bisa memberikan dampak positif, tentunya pasar akan bereaksi dan IHSG berpeluang untuk menguat.\"Namun dampaknya masih beragam, pengaruhnya akan tersegmentasi. Jika berdampak negatif, maka bursa saham berpeluang tertekan,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Riset KDB Daewoo Securities, Betrand Reynaldi menambahkan, secara teknikal kenaikan IHSG BEI pada Kamis merupakan kenaikan lanjutan dari hari sebelumnya. Berikutnya, indeks Jum’at akhir pekan berpeluang naik terbatas dan bergerak di kisaran 4.253--4.455 poin.

Dirinya merekomendasikan, saham-saham yang dapat diperhatikan yakni BW Plantation (BWPT), indika Energy (INDY), Indah Kiat Pulp & Paper (INKP). Pada perdagangan kemarin, investor asing tak mau ketinggalan berburu saham. Saham-saham tambang memimpin penguatan, indeks sektor tambang melonjak hingga dua persen.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 98.631 kali pada volume 4,644 miliar lembar saham senilai Rp 3,712 triliun. Sebanyak 139 saham naik, sisanya 87 saham turun, dan 117 saham stagnan. Rata-rata bursa regional ditutup melemah, hanya bursa Hong Kong yang bisa naik cukup tinggi. Investor regional berhati-hati dan memantau perkembangan tutupnya pemerintahan AS.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Nipress (NIPS) naik Rp 1.850 ke Rp 14.150, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.450 ke Rp 27.600, United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 17.100, dan XL Axiata (EXCL) naik Rp 225 ke Rp 4.625.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 275 ke Rp 3.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 250 ke Rp 64.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 35.650, dan Chandra Asri (TPIA) turun Rp 200 ke Rp 3.475.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 31,997 poin (0,73%) ke level 4.419,601. Sementara Indeks LQ45 menguat 6,158 poin (0,84%) ke level 739,112. Sayangnya penguatan dibatasi oleh aksi ambil untung di saham-saham agrikultur. Sembilan dari sepuluh indeks sektoral pun berhasil melenggang di zona hijau.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 60.429 kali pada volume 2,115 miliar lembar saham senilai Rp 2,051 triliun. Sebanyak 143 saham naik, sisanya 81 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed cenderung melemah hingga siang. Bursa Hong Kong mampu menguat, sementara Jepang dan Singapura turun. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.450 ke Rp 1.400, Nipress (NIPS) naik Rp 1.400 ke Rp 13.700, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 31.400, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 17.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 250 ke Rp 64.750, Ascet (ACST) turun Rp 250 ke Rp 2.600, Chandra Asri (TPIA) turun Rp 225 ke Rp 3.450, dan Matahari (LPPF) turun Rp 150 ke Rp 11.350.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat sebesar 21,6 poin atau 0,49% ke posisi 4.409,23 meski dibayangi aksi ambil untung pelaku pasar saham. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 4,2 poin (0,58%) ke level 737,19.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG masih mampu bertahan di area positif, namun perlu diwaspadai aksi ambil untung di pasar saham.\"Seperti biasa, di mana setiap kenaikan IHSG akan selalu dimanfaatkan untuk mengamankan posisi sehingga memperlambat tren kenaikan,\" katanya.

Menurut dia, kenaikan indeks BEI pada hari sebelumnya juga kurang didukung oleh volume perdagangan sehingga dorongan penguatan menjadi berkurang. Kendati demikian, lanjut dia, posisi nilai tukar rupiah yang cenderung stabil terhadap dolar AS diharapkan membuat IHSG bertahan.

Sementara analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung menambahkan, IHSG diperkirakan cenderung bergerak mendatar seiring minimnya sentimen positif baru di pasar saham.\"Beberapa saham yang kemarin mendorong penguatan indeks BEI diperkirakan akan rawan terhadap aksi ambil untung pada saham-saham yang memiliki nilai kapitalisasi pasar besar,”ujarnya.

Bursa regional, diantaranya indeks Shanghai menguat 201,15 poin (0,88%) ke level 2.185,63, indeks Nikkei-225 turun 16,35 poin (0,11%) ke level 14.155,14, dan Straits Times melemah 0,57 poin (0,02%) ke posisi 3.152,30. (bani)

Related posts