Program BSM Diperpanjang

Sabtu, 05/10/2013

NERACA

Pemerintah memperpanjang pendaftaran bagi masyarakat yang akan mengajukan program Bantuan Siswa Miskin (BSM) hingga akhir November 2013 dari sebelumnya ditutup pada 13 September. Pasalnya, dari alokasi anggaran Rp10 triliun yang disediakan pemerintah sebagai bagian dari program perlindungan sosial masyarakat terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu, anggaran untuk BSM yang hingga saat ini baru terserap sekitar 22%.

Berdasarkan siaran pers Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) perpanjangan tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada rumah tangga miskin pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang memiliki anak usia sekolah agar mendapatkan program BSM.

Untuk itu, pihak sekolah diminta menerima pendaftar dengan membuat rekapitulasi pendaftar dan menyampaikannya kepada Dinas Pendidikan/Kantor Kementerian Agama setempat.

Program BSM ini ditujukan kepada 16,6 juta anak usia sekolah yang berasal dari 15,5 juta rumah tangga pemegang KPS dan masyarakat miskin lainnya dalam usia sekolah. Manfaat BSM yang akan diterima adalah sebesar Rp 225.000/semester untuk SD/MI, Rp 375.000/semester untuk SMP/ MTs, dan Rp 500.000/semester untuk SMA/ SMK/ MA.

Untuk mendapatkan BSM, rumah tangga pemegang KPS cukup membawa KPS/SKRTM/Kartu BSM ke Sekolah/Madrasah tempat siswa terdaftar disertai kartu keluarga (KK) atau surat keterangan dari Ketua RT/RW/Dusun/setara jika kepala keluarga tidak memiliki KK atau nama kepala keluarga tidak sama dengan di KK.

Siswa calon penerima BSM di luar mekanisme KPS ini setidaknya harus memenuhi salah satu dari syarat berikut yaitu orangtua siswa terdaftar sebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH), siswa terancam putus sekolah karena kesulitan biaya, siswa yatim, piatu atau yatim piatu, atau siswa berasal dari korban musibah, memiliki kelainan fisik yang berasal dari keluarga miskin atau memiliki tiga saudara yang berusia di bawah 18 tahun.