Restoran Cepat Saji Goda Pengunjung Mal

Sediakan Arena Bermain

Sabtu, 05/10/2013

Anak biasanya selalu bermasalah dengan makanan. Tak jarang orangtua pusing setengah mati dibuatnya. Karena takut anaknya mengalami gizi buruk dan hal lainnya. Akibatnya, segala cara ditempuh agar anaknya mau makan.

Mulai dari membelikan vitamin hingga memberikan makanan yang disukai sang anak. Biasanya, Anak-anak paling suka terhadap makanan cepat saji yang ditawarkan beberapa restoran penyedia makan cepat sajai.

Tak hanya jenis makanannya saja yang mereka sukai, adalah arena permainan yang mereka inginkan untuk bermain di dalamnya. Ya, adanya restoran cepat saji itu memang cukup membantu para orangtua agar anak bisa makan yang disukainya. Walaupun jenis makanan tersebut tidak tergolong makanan sehat.

Ya, promosi hadiah atau tempat bermain anak dalam restoran cepat saji memang pada kenyataannya mampu menarik perhatian banyak keluarga. Sebab anak-anak paling senang bermain di tempat-tempat yang disediakan restoran cepat saji.

Selain itu, kepraktisannya serta harga yang relatif murah dibandingkan makanan lain di mal, turut menentukan kenapa mereka jadi serbuan. Coba saja perhatikan, di tiap pusat perbelanjaan, tempat makan apa yang antreannya paling panjang, atau bangkunya paling banyak terisi, ya restoran cepat saji jawabnya.

Tetapi di balik kelebihan-kelebihan tadi, terdapat juga beberapa hal yang menjadi titik minus untuk restoran cepat saji. Lemak yang tinggi memicu kolesterol dan timbulnya beragam penyakit, seperti hipertensi dan diabetes.

Paul Thompson, Profesor Neurologi University of Los Angeles, menyebutkan bahwa makanan berlemak dapat menyumbat arteri, sehingga berbahaya bagi jantung. Makanan cepat saji juga mengandung bahan pengawet yang bisa tertimbun di tubuh dan menyebabkan kanker.

Terakhir, makanan cepat saji ini juga menyebabkan obesitas karena lemak dan karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh tidak diimbangi vitamin, mineral, serat, serta aktivitas berkeringat. Selain itu, tingginya karbohidrat juga meningkatkan kadar ALT (Alanine Aminotransferase) yang bisa menyebabkan kerusakan hati.

Tetapi masalahnya memakan makanan cepat saji seolah-olah sebagai tren ke kinian. Sehingga mereka (pemakan makanan cepat saji) yang mengetahui betapa tinggi risikonya, tetap saja memakanan jenis manakan yang begitu diminati masyarakat seluruh dunia.

Padahal, para peneliti di Albert Einstein College of Medicine, New York, melakukan percobaan terhadap seekor tikus. Memberinya makanan tinggi lemak, kalori, dan gula. Hasilnya, tikus itu mengalami penurunan respons terhadap leptin-hormon yang mengatur rasa kenyang. Kadar leptin pun terus meningkat seiring bertambahnya berat badan tikus itu.

Intinya, sesekali bolehlah mengajak makan anak-anak ke restoran cepat saji sambil bermain di arena permainan yang disediakan. Karena, dengan demikian, anak-anak juga dapat bersosialisasi terhadap teman sebaya mereka. Dengan catatan, jangan terlalu sering. Karena akan berakibat buruk pada kesehatan.