Restoran Cepat Saji Goda Pengunjung Mal - Sediakan Arena Bermain

Anak biasanya selalu bermasalah dengan makanan. Tak jarang orangtua pusing setengah mati dibuatnya. Karena takut anaknya mengalami gizi buruk dan hal lainnya. Akibatnya, segala cara ditempuh agar anaknya mau makan.

Mulai dari membelikan vitamin hingga memberikan makanan yang disukai sang anak. Biasanya, Anak-anak paling suka terhadap makanan cepat saji yang ditawarkan beberapa restoran penyedia makan cepat sajai.

Tak hanya jenis makanannya saja yang mereka sukai, adalah arena permainan yang mereka inginkan untuk bermain di dalamnya. Ya, adanya restoran cepat saji itu memang cukup membantu para orangtua agar anak bisa makan yang disukainya. Walaupun jenis makanan tersebut tidak tergolong makanan sehat.

Ya, promosi hadiah atau tempat bermain anak dalam restoran cepat saji memang pada kenyataannya mampu menarik perhatian banyak keluarga. Sebab anak-anak paling senang bermain di tempat-tempat yang disediakan restoran cepat saji.

Selain itu, kepraktisannya serta harga yang relatif murah dibandingkan makanan lain di mal, turut menentukan kenapa mereka jadi serbuan. Coba saja perhatikan, di tiap pusat perbelanjaan, tempat makan apa yang antreannya paling panjang, atau bangkunya paling banyak terisi, ya restoran cepat saji jawabnya.

Tetapi di balik kelebihan-kelebihan tadi, terdapat juga beberapa hal yang menjadi titik minus untuk restoran cepat saji. Lemak yang tinggi memicu kolesterol dan timbulnya beragam penyakit, seperti hipertensi dan diabetes.

Paul Thompson, Profesor Neurologi University of Los Angeles, menyebutkan bahwa makanan berlemak dapat menyumbat arteri, sehingga berbahaya bagi jantung. Makanan cepat saji juga mengandung bahan pengawet yang bisa tertimbun di tubuh dan menyebabkan kanker.

Terakhir, makanan cepat saji ini juga menyebabkan obesitas karena lemak dan karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh tidak diimbangi vitamin, mineral, serat, serta aktivitas berkeringat. Selain itu, tingginya karbohidrat juga meningkatkan kadar ALT (Alanine Aminotransferase) yang bisa menyebabkan kerusakan hati.

Tetapi masalahnya memakan makanan cepat saji seolah-olah sebagai tren ke kinian. Sehingga mereka (pemakan makanan cepat saji) yang mengetahui betapa tinggi risikonya, tetap saja memakanan jenis manakan yang begitu diminati masyarakat seluruh dunia.

Padahal, para peneliti di Albert Einstein College of Medicine, New York, melakukan percobaan terhadap seekor tikus. Memberinya makanan tinggi lemak, kalori, dan gula. Hasilnya, tikus itu mengalami penurunan respons terhadap leptin-hormon yang mengatur rasa kenyang. Kadar leptin pun terus meningkat seiring bertambahnya berat badan tikus itu.

Intinya, sesekali bolehlah mengajak makan anak-anak ke restoran cepat saji sambil bermain di arena permainan yang disediakan. Karena, dengan demikian, anak-anak juga dapat bersosialisasi terhadap teman sebaya mereka. Dengan catatan, jangan terlalu sering. Karena akan berakibat buruk pada kesehatan.

BERITA TERKAIT

Bisnis Properti Tetap Kuat - Lippo Group Berperan Sediakan Rumah Murah

NERACA Jakarta – Keterlibatan anak usaha Lippo Group melalui PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) dalam pembangunan rumah murah bagi masyarakat…

Makanan Cepat Saji Berisiko Sebabkan Obesitas

Wanita asal Kalimantan Tengah Titi Wati yang mengalami masalah obsesitas sudah menjalani operasi untuk menurunkan berat badan. Ahli gizi Rita…

Malang Strudel Carnival Targetkan 10 Ribu Pengunjung

Menyambut ulang tahun ke-4, Malang Strudel menggelar Malang Strudel Carnival. Acara itu melibatkan semua pihak, mulai dari klien, UMKM, pelanggan,…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…

Sruput Dinginnya Usaha Minuman Bubble

Meski tidak seheboh dulu minuman bubble . Tapi usaha ini masih menyimpan potensi. Pemain baru usaha ini juga masih muncul…