BEI Bangun Pojok Bursa di Kampus UBM

Kamis, 03/10/2013

NERACA

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan minat investor pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT MNC Securities mendirikan Galeri Investasi BEI–MNC Securities di Universitas Bunda Mulia (UBM). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur Pengembangan BEI, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah BEI dalam meningkatkan jumlah investor domestik di masa yang akan datang, "Galeri ini merupakan investasi jangka panjang untuk menumbuhkan investor domestik. Saat ini tren berubah dengan adanya online trading, sehingga bermunculan investor baru dari kalangan mahasiswa," ujar Friderica.

Menurutnya, kampus sangat potensial karena terdiri dari kalangan akademisi sehingga bisa menerima dan memahami konsep investasi pasar modal. Saat ini, BEI telah mendirikan pusat informasi di 18 kampus tahun ini. Sementara totalnya telah terdapat 107 kampus yang telah dikembangkan.

Sementara Direktur Utama PT MNC Securities, Alpino Kianjaya mengatakan, hal ini merupakan komitmen perseroan dalam jangka panjang dan berkesinambungan. Perseroan akan memberikan sosialisasi rutin untuk pembelajaran mahasiswa agar tidak salah dalam melakukan investasi, “Ini kampus kelima yang kami masuki, sebagai komitmen kami bekerja sama dengan BEI. Jangan sampai investor pemula salah dalam melakukan investasi. Hal ini membutuhkan wawasan tentang track record perusahaan yang akan dimasuki,”kata Alpino.

Dia juga mengatakan, dengan sosialisasi di hadapan 700 mahasiswa tersebut juga sekaligus meningkatkan citra perseroan di masa depan. Kalangan kampus disebutnya akan menjadi regenerasi untuk captive market pasar modal di masa yang akan datang. Kedepannya diharapkan dapat meningkatkan nilai transaksi perseroan yang saat ini di atas Rp200 miliar setiap harinya. "Pertumbuhan transaksi harian kami sudah melampaui Rp200 miliar dengan market share mencapai 2 persen. Pertumbuhannya terus meningkat. Kami juga melakukan sosialisasi bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Soho Farmasi hingga akhir tahun ini," ujarnya.

Sementara Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang menambahkan, kalangan kampus saat ini sudah memiliki kemudahan akses ke pasar modal. Diharapkan dengan sosialisasi yang dilakukan dapat meningkatkan nilai transaksi harian perseroan dalam tiga hingga enam bulan kedepan, “Kalangan kampus saat ini sudah memiliki kesadaran tentang pasar modal. Mereka merupakan captive market di masa depan," ujar Edwin.

Hingga akhir tahun, Edwin telah melakukan revisi level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada di 4.560. Dia mengaku pesimistis indeks akan kembali ke level 5.000 seperti semester pertama tahun ini. Selain itu dia juga menilai pemerintah akan sulit menciptakan kondisi deflasi neraca perdagangan yang akan turut menekan IHSG. (bani)