IHSG Diproyeksikan Masih Bergerak Positif

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 41,705 poin (0,96%) ke level 4.387,604. Sementara Indeks LQ45 ditutup melonjak 10,752 poin (1,49%) ke level 732,954. Berlanjutnya aksi beli investor masih didorong dari pasar yang menilai positif data ekonomi Indonesia.

Analis Panin Securitas Purwoko Sartono mengatakan, IHSG ditutup menguat seiring dengan berlanjutnya sentimen positif dari data ekonomi yang kemarin, “Data ekonomi masih direspon positif pelaku pasar, dimana Badan Pusat Statistik mengumumkan surplus neraca perdagangan, deflasi, serta turunnya angka impor,”ujar dia di Jakarta, Rabu (2/10).

Sementara faktor eksternal, lanjut dia, antara lain adalah data indeks manufaktur AS September yang tercatat meningkat di atas ekspektasi. Namun, di sisi lain pergerakan indeks regional, termasuk IHSG BEI dibayangi oleh kemungkinan ketidaksepakatan peningkatan batas utang (debt ceiling) pada bulan ini.\"Kebijakan untuk menghindari AS dari batas pagu utang harus diambil sebelum tanggal 17 Oktober mendatang. Pemerintah AS diperkirakan tidak akan mampu lagi melunasi tagihan-tagihannya. Sehingga kegagalan meningkatkan pagu utang dapat menyebabkan downgrade peringkat utang AS,\" kata dia.

Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan masih bergerak positif. Pada perdagangan kemarin, sembilan dari sepuluh indeks sektoral di lantai bursa berhasil menguat, dipimpin oleh sektor infrastruktur. Sektor aneka industri satu-satunya yang melemah kali ini. Investor asing juga tak mau ketinggalan beli saham. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 62,46 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 130.627 kali pada volume 3,86 miliar lembar saham senilai Rp 3,919 triliun. Sebanyak 138 saham naik, sisanya 110 saham turun, dan 93 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia berakhir variatif menutup perdagangan. Bursa saham Jepang anjlok cukup dalam gara-gara kena aksi ambil untung setelah kemarin naik tinggi. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 1.000 ke Rp 7.500, Unilever (UNVR) naik Rp 700 ke Rp 31.000, Matahari (LPPF) naik Rp 700 ke Rp 11.500, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 26.150.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 140.000 ke Rp 1,2 juta, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 65.000, Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 400 ke Rp 8.000, dan Inti Bangun (IBST) turun Rp 400 ke Rp 6.150.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menanjak 53,565 poin (1,23%) ke level 4.399,464. Sementara Indeks LQ45 melonjak 11,603 poin (1,61%) ke level 733,805. Seluruh sektor industri di lantai bursa mampu menguat, dipimpin oleh sektor konstruksi. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli.

Ditutupnya pemerintahan AS tidak menyurutkan minat beli investor. Sentimen positif dari menguatnya bursa regional dan global semalam jadi faktor katalis pendorong IHSG. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 82.009 kali pada volume 2,528 miliar lembar saham senilai Rp 2,472 triliun. Sebanyak 170 saham naik, sisanya 54 saham turun, dan 70 saham stagnan.

Masih ada bursa-bursa regional yang melemah, yang paling dalam terkoreksi bursa saham Jepang. Bursa Hong Kong malah melonjak sangat tinggi. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 950 ke Rp 26.450, Matahari (LPPF) naik Rp 550 ke Rp 11.350, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 550 ke Rp 36.500, dan Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 30.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sorini Agro (SOBI) turun Rp 110 ke Rp 1.530, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 100 ke Rp 12.300, Waran Inovisi (INVS-W) turun Rp 100 ke Rp 300, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 100 ke Rp 8.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 26,11 poin atau 0,60% ke posisi 4.372,01 masih didorong sentimen positif dari dalam negeri. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 6,66 poin (0,92%) ke level 728,87.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan bahwa data-data ekonomi Indonesia yang dirilis menunjukan hasil positif seperti deflasi dan surplusnya neraca perdagangan Indonesia masih menjadi sentimen positif bagi indeks BEI.\"Adanya data-data itu meredam kepanikan dan kekhawatiran di pasar saham terhadap \'shutdown\' ekonomi AS akibat belum tercapainya kesepakatan dalam pembahasan anggaran AS,\" katanya.

Dia menambahkan, secara teknikal pergerakan indesk BEI juga masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan, diharapkan saham-saham di dalam negeri tidak dimanfaatkan pelaku pasar untuk ambil untung. Sementara itu, Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan bahwa pergerakan pasar masih diwarnai oleh berita dari AS, yakni \"government shutdown\" karena masih belum tercapainya kesepakatan anggaran.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 159,62 poin (0,70%) ke level 23.019,48, indeks Nikkei-225 turun 67,30 poin (0,48%) ke level 14.415,44, dan Straits Times melemah 4,75 poin (0,14%) ke posisi 3.176,86. (bani)

Related posts