Berburu Kuliner Khas Kota Jogja

Sabtu, 12/10/2013

Jogja, kota yang dikenal dengan sebutan kota pelajar. Namun, kota ini juga menjadi kota tujuan wisata bagi para wisatawan, domestik maupun mancanegara. Memiliki kebudayaan dan tradisi yang terus dijaga hingga kini membuat jogja menjadi kota yang sangat nyaman dikunjungi, terutama situs-situs sejarah dan kebudayaan kota jogja.

Tapi tidak hanya itu saja, Jogja juga terkenal sebagai kota kuliner atau kota jajan. kuliner khas kota jogja juga menjadi salah satu hal yang sangat diburu oleh para wisatawan atau orang-orang yang singgah di kota jogja. Jajanan kuliner di kota ini sangatlah beraneka ragam, tidak hanya menggugah selera saja, berbagai jajanan kuliner di kota jogja memang sangat dikenal murah dan terjangkau. Beberapa yang menarik untuk dicoba ialah Bakpia Pathok.

Hampir tidak ada yang tidak mengenal kuliner ini, Bakpia Pathok merupakan panganan khas Yogyakarta yang sudah terkenal luas bagi para wisatawan. Dahulu ini berawal kala ada yang mencoba membuat bakpia sebagai industri rumahan hanya dijual eceran. Semakin lama peminat bakpia menjadi meningkat sehingga banyak masyarakat Yogyakarta terutama di sepanjang Jalan Pathok sehingga sampai sekarang terkenal dengan Bakpia Pathok. Makanan ini dibungkus dalam dus yang isinya sekitar 15-25 biji, tergantung besarnya. Rasanya macam-macam, ada yang keju, cokelat, kacang ijo, juga rasa durian.

Selain bakpia, ada pula geplak. Makanan khas kota Bantul yang terbuat dari parutan kelapa dan gula pasir atau gula jawa dan menjadi trade mark kabupaten bantul yang terletak diselatan kota Yogyakarta. Menurut penikmat Geplak memiliki rasa manis tapi bukan sembarang manis melainkan manis-manis bercampur gurih kelapa. Menurut penelitian pangan dan gizi geplak memiliki gizi yang relatif tinggi. Lainnya adalah yangko, makanan khas Kotagede yang terbuat dari tepung ketan, rasanya manis beraneka rasa, seperti cokelat, durian, keju, atau vanila. Bentuknya balok berukuran 4x3,2 cm2. Satu dus isinya sekitar 25 biji.

Gudeg Wijilan menjadi kuliner wajib berikutnya. Berwisata ke Yogyakarta belum lengkap dan puas kalau belum mencicipi makanan khasnya Yogyakarta yaitu Gudeg, makanan khas yang terbuat dari buah nangka. Untuk menikmati Gudeg Wijilan secara khusus datang saja ke Jalan Wijilan yang terletak tidak jauh dari keraton Yogyakarta dan Alun-Alun Yogyakarta. Di Jalan Wijilan Anda bisa menikmati Gudeg dengan puas karena disepanjang jalan berjajar warung yang menjual Gudeg Wijilan. Dalam penyajiannya gudeg dipadu dengan telor, ayam kampung, tempe dan tahu bacem, serta sambel krecek.

Berwisata ke Kaliurang yang sejuk di lereng gunung Merapi kurang nikmat dan lengkap kalau belum mencicipi jadah tempe. Itu adalah makan yang terbuat dari ketan dan tempe bacem. Jadah tempe yang terkenal dan legendaris adalah jadah tempe Mbah Carik. Jadah tempe sangat nikmat ketika dinikmati dalam suasana sejuk dilereng gunung merapi.

Kuliner yang satu ini berbentuk sate, tapi jangan dipikir sate ini mirip sate-sate yang beredar di Indonesia, Jangan kaget gan satu porsi hanya terdiri dari 2 tusuk sate tetapi irisan dagingnya terbilang besar dibanding dengan sate-sate biasanya. Yaitu sate Klatak, dibumbui dengan garam dan dipanggang jerusi besi serta tusuk sate tidak menggunakan bambu tetapi jerusi besi karena besi mampu menghantarkan panas yang baik sehingga irisan daging yang besar agar matang dengan sempurna.