Dwi Aneka Jaya Kemasindo Miliki Pabrik Baru

Kamis, 03/10/2013

NERACA

Tangerang - PT. Dwi Aneka Jaya Kemasindo salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri kemasan atau packaging telah resmi memiliki pabrik baru yang berlokasi di Jalan Industri Raya II/5 Kelurahan Pasir Jaya, Jatiuwung - Tangerang.

Presiden Direktur PT. Dwi Aneka Jaya Kemasindo Andreas Cahyadi Karwandi mengatakan pabrik ini merupakan pengembangan dari pabrik yang ada sebelumnya yaitu di Jalan Telesonik No. 1 Jatake - Tangerang dan yang ada di Jalan Agarindo (Jalan Raya Pasar Kemis Km. 6) Desa Bunder, Kecamatan Cikupa – Tangerang. “Tanah pabrik yang diresmikan ini sekitar 1,1 hektar dan bangunan kita bangun 2 lantai. Total area produksi kami itu berarti sekitar 4,5 hektar keseluruhan plant,” kata Andreas, Rabu (2/10).

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan PT. Dwi Aneka Jaya Kemasindo setiap tahun cukup menggembirakan. Setiap tahun pertumbuhannya antara 30-40%. “Bisa disebut perusahaan kami anak ajaib dalam industri offset printing. Karena secara konsep kami baru mulai di 2009 atau di awal 2010 awal. Dalam tiga tahun ini kami sangat diperhitungkan dalam industri ini dan bukan pemula lagi. Dalam tiga tahun ini kami berkembang luar biasa seperti ini,” terangnya.

Sementara untuk menjaga lingkungan hidup di sekitar area pabrik, pihak perusahaan selalu menjaga lingkungan sekitar. Apalagi bahan baku produksi kami berasal dari kertas dan ini justru ramah lingkungan serta bisa didaur ulang. Sampah-sampah produksi kita juga bisa dijual lagi ke pabrik.

Sedangkan untuk penanganan limbah sendiri kami mempunyai pengolahan limbah juga. “Kami juga ada kerjasama dengan perusahaan yang khusus mengolah limbah. Makanya kita tidak ada masalah dengan limbah ini,” tegasnya.

Produk kemasan yang diproduksi PT. Dwi Aneka Jaya Kemasindo juga telah dilakukan ekspor, salah satu negara tujuan ekspor adalah Nigeria. “Kita juga pernah mengekspor ke Australia. Namun kami lebih fokus untuk menggarap pasar di dalam negeri. Karena pasar di Indonesia masih sangat besar saat ini,” paparnya.

Sedangkan dalam tahun 2014, lanjut Andreas, pihaknya memiliki target menambah mesin baru yang berwarna. “Kami juga menargetkan menjadi perusahaan terkemuka untuk industri kemasan ini apalagi dalam industri offset kami juga telah diperhitungkan. Mudah-mudahan kami meraih peringkat atas dan bisa masuk lima besar,” tuturnya.

Wakil Gubernur Banten Rano Karno yang ikut meresmikan pabrik baru tersebut mengatakan bahwa dengan adanya pabrik baru akan menjadikan kebanggaan masyarakat Banten. “Industri kemasan percetakan offset dan karton gelombang ini menjadi kebanggan masyarakat Banten," kata Rano.

Apalagi, perusahaan ini, kata Rano, telah mampu menopang pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten, khususnya di Kota Tangerang. “Kemajuan di sektor industri dan perdagangan dapat dilihat dari pertumbuhan investasi dan meningkatnya nilai ekspor serta sektor industri dan perdagangan sebagai penggerak ekonomi daerah memiliki potensi produk unggulan yang sangat potensial untuk dipasarkan di pasar lokal maupun pasar internasional,” terangnya.

Rano yakin perusahaan yang ia resmikan ini akan menjadi prioritas utama bagi masyarakat setempat untuk ikut bekerja. “Saya berjanji untuk menjadi tim marketing untuk pasar internasional, karena dengan besarnya perusahaan ini akan menyerap tenaga kerja yang banyak,” tambahnya.

Omzet Rp50 T

Direktur Pengembangan Bisnis Indonesia Packaging Federation (IPF) Ariana Susanti memproyeksikan penjualan industri kemasan hingga akhir tahun meningkat 10% dari realisasi tahun lalu sebesar Rp46 triliun berkat pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin). “Tahun ini, omzet penjualan industri kemasan diperkirakan mencapai Rp50,6 triliun, naik 10% dari penjualan tahun lalu yang sebesar Rp46 triliun,” katanya.

Pertumbuhan industri kemasan pada tahun ini, menurut Ariana, sejalan dengan pertumbuhan industri makanan-minuman. “Pertumbuhan industri kemasan sejalan dengan pertumbuhan industri makanan minuman. Sekitar 70% produksi industri kemasan diserap industri makanan minuman,” paparnya.

Selain dari sektor makanan minuman, pertumbuhan penjualan kemasan juga ditopang oleh industri produk konsumsi, farmasi, otomotif dan kosmetik. Pertumbuhan konsumsi kemasan ditopang dari pertumbuhan ekonomi dan produk domestik bruto dalam negeri, serta program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang mulai dilakukan. Semua ini, kata Ariana, diharapkan dapat mendorong investasi swasta dan berimbas pada konsumsi kemasan.

Berdasarkan segmen produk, kemasan berbahan plastik berkontribusi terbesar terhadap omzet dengan persentase sebanyak 53%, diikuti kemasan berbahan kertas 34%, kaleng 6% dan kaca 3%. Minimnya kontribusi kemasan berbahan kaca dan kaleng, ungkapnya, dikarenakan kedua bahan ini hanya digunakan untuk jenis produk premium sehingga kuantitasnya tidak terlalu tinggi.