RS Haji Pondok Gede Dihibahkkan ke UIN Syarif Hidayatullah

Sabtu, 05/10/2013

RS Haji Pondok Gede Dihibahkan ke UIN Syarif Hidayatullah

Sengketa antara Kementerian Agama dengan Pemeritah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang memperebutkan RS Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, berakhir dengan damai. Keduanya bersepakat menghibahkan seluruh aset rumah sakit tersebut kepada Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah.

”Sekarang lebih baik dihibahkan, Kementerian Agama juga sudah sepakat. Kami berikan ke UIN agar bermanfaat untuk mendidik para tenaga kerja Indonesia wanita (TKW) belajar ilmu keperawatan,” kata Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama, belum lama ini. Pemprov DKI memilih langkah itu karena tidak memungkinkan mengubah status RS Haji Pondok Gede itu menjadi Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Dinas Kesehatan, maupun menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sebelumnya, kedua pihak itu saling berebut manajemen pengelola. Pemprov DKI memiliki 51% saham, dan selebihnya, 49% sahamnya berasal dari Dana Abadi Umat (PDAU) di bawah Kementerian Agama. Awal sengketa, pada 22 Maret 2008, Pemprov DKI menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB) dan menetapkan jabatan direktur utama kepada Salimar Salim, mantan kepala Dinas Kesehatan DKI. Pada hari yang sama, Badan Pengelola Dana Abadi Umat (BPDAU) juga menggelar rapat yang sama dan menunjuk Supriyanto Riyadi sebagai dirutnya.

Perebutan kekuasaan itu pun berujung ke mehja hijau. Pihak Pengadilan pun membatalkan statsu huku PT RS Haji Pondok Gede. Tearkhir, pada 23 Agustsu 2011, Mahkamah Agung mengeluarkan putusan kasasi yang memenangkan BPDAU. Ketika itu, majelis hakim kasasi itu dipimpin Harifi Tumpa dan beranggotakan Prof Muchsin dan I Made Tara. Namun, putusan itu baru diketahui setahun kemudian.

Basuki berharap, RS Haji dapat mendidik tenaga perawat yang ternyata banyak dibutuhkan di Saudi Arabia. Selama ini, tenaga perawat di kawasan Timur Tengah itu dicukupi oleh TKW dari Filipina. Para perawat dibutuhkan untuk merawat bayi dan para lanjut usia (lansia). ”Justru pasar perawat di sana diisi orang dari Filipina, kan sayang kalau kita tidak manfaatkan potensi itu. FK UIN cukup bagus, bisa penuhi kebutuhan untuk pendidikan, toh sama-sama milik negara (UIN),” kata Basuki yang akrab disapa Ahok.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi DKI Jakarta Catur Laswanto sebelumnya menjelaskan, pendirian RS Haji Pondok Gede itu untuk memperingati tragedi runtuhnya terowongan Mina di musim haji tahun 1990. Ketika itu ada sebanyak 649 jamaah haji asal Indonesia yang wafat. Selama ini RS Haji juga tidak memberi keuntungan bagi Pemprov DKI, juga BPDAU. Malah, BPK memerintahkan perlunya transparansi keuangan RS Haji tesebut.

RS Haji Jakarta di Pondok Gede itu merupakan satu dari empat RS Haji yang ada di Indonesia. Tiga lainnya ada di Medan, Makassar, dan Surabaya. RS Haji Jakarta diresmikan oleh Presiden HM Soeharto pada 12 November 1994. Pembangunan RS Haji merupakan keputusan tiga menteri, yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, dan Menteri Kesehatan. Keempat rumah sakit itu dibangun di empat embarkasi, atau tempat pemberangkatan jamaah haji Indonesia. (saksono)