SMF Beri Pinjaman ke BTN

Refinancing

Rabu, 02/10/2013

NERACA

Jakarta - Dalam rangka refinancing Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) memberi pinjaman sebanya Rp500 miliar kepada PT Bank Tabungan Negara (BTN) “Penandatanganan dan penyaluran sudah dilakukan sejak kemarin, KPR FLPP ini kan program pemerintah, jadi patut didukung oleh kita, karena ini untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Direktur Utama SMF, Raharjo Adisutanto, di Jakarta, Selasa (1/10).

Raharjo berharap, pihaknya bisa memberi dukungan terhadap BTN yang terkenal sebagai bank penyalur KPR terbesar di Indonesia. “KPR FLPP sendiri merupakan program pembiayaan perumahan dari pemerintah yang menyediakan pendanaan 70%, sementara sisanya 30% merupakan dana dari perbankan,” kata Raharjo.

Sementara itu, Direktur Keuangan BTN, Saut Pardede mengatakan, SMF sebagai lembaga pembiayaan sekunder, bisa berjalan bersama dengan BTN sebagai lembaga pembiayaan primer. “Dukungan pinjaman dari SMF sangat diperlukan untuk perolehan dana jangka panjang, mengingat KPR FLPP sendiri merupakan penyaluran kredit bertenor panjang, kita masih jadi mayoritas, 98% KPR subsidi ini lewat BTN,” tutur Saut.

Pinjaman dari SMF kepada BTN terkait KPR FLPP menurut Raharjo, tercatat sudah mencapai Rp2 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 47,399 yang telah dilakukan sejak tahun 2012 dalam bentuk program refinancing. “Kami lakukan tiga kali refinancing kepada BTN, yakni pada Juli 2012 sebesar Rp500 miliar, Desember 2012 sebesar Rp500 miliar, Juni 2013 sebesar Rp500 miliar, dan terakhir kemarin ini Rp500 miliar. Jadi total Rp2 triliun atas KPR FLPP yang telah disalurkan ke BTN,” jelas Raharjo.

Sebelumnya, dalam proyek pembiayaan KPR, SMF juga bekerjasama dengan Bank Nagari untuk meningkatkan pembiayaan perumahan di daerah. Dalam kerjasama ini, SMF memberikan kredit senilai Rp50 miliar selama satu tahun.

Menurut Raharjo, BPD memiliki potensi besar untuk menyalurkan KPR untuk masyarakat menengah kebawah. Pihaknya berharap kerja sama ini bisa membuka kesempatan bagi bank daerah lain bersama SMF dalam meningkatkan pembiayaan perumahan di daerah masing-masing.

Bagi SMF, kerja sama ini bertujuan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kesinambungan pembiayaan perumahan yang terjangkau oleh masyarakat. "Dengan begitu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pembiayaan KPR di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi pengembangan wilayah yang diperuntukkan bagi perumahan masyarakat," katanya.

DI semester I 2013 ini, perolehan laba bersih SMF sebesar Rp73,197 miliar, meningkat 8,27% dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp67,607 miliar. Selain itu, SMF juga, mencatatkan peningkatan aset perseroan, yakni sebesar 16,72% menjadi Rp 6,703 triliun di semester I-2013, dibandingkan dengan posisi yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 5,743 triliun. Kenaikan aset perseroan terutama kenaikan penerbitan surat utang untuk penyaluran pinjaman.

Sedangkan tingkat ekuitas mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp 2,721 triliun di semester I-2013, dibandingkan dengan posisi yang sama di tahun sebelumnya mencapai sebesar Rp 2,576 triliun. [sylke]