Maipark Siapkan Asuransi Gempa

Rabu, 02/10/2013

NERACA

Jakarta - Dalam rangka pengembangan produk asuransi gempa, PT Asuransi Maipark Indonesia bekerjasama dengan International Finance Corporation (IFC). Presiden Direktur Asuransi Maipark, Frans Sahusilawane menjelaskan ancaman bencana gempa bumi di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi didunia. “Dengan adanya produk ini diharapkan bisa mendukung aktivitas lembaga keuangan, khususnya perbankan dalam menjaga risiko gagal bayar dari para debiturnya yang terkena bencana alam,” ujar Frans di Jakarta, Selasa (1/10).

Lebih lanjut Frans mengatakan, Maipark saat ini sedang mendata zona rawan gempa, hal ini dilakukan untuk menghitung premi yang nantinya akan dibebankan kepada perbankan pemegang polis. Pendataan zona, saat ini sudah mencapai tingkat kabupaten, lalu nantinya akan diperkecil ke tingkat kelurahan.

Frans menuturkan, dalam pertanggungan ini, Maipark memiliki kriteria khusus untuk risiko gempa yang akan ditanggung. “Risiko gempa yang ditanggung umumnya gempa yang diatas lima skala richter, Maipark akan berpegang pada standar itu, sedangkan untuk premi produk akan disesuaikan dengan risiko suatu wilayah,” ujar dia.

Selain itu, Frans juga mengatakan, pendataan ini merupakan salah satu bagian dari tahap pembentukan produk. “Tahap pertama sebesar 60% dari kesiapan produk, akan ada beberapa tahap lagi, sampai produk ini siap ditawarkan kepasar, untuk tahap pertama diharapkan rampung di pertengahan 2014,” jelas dia.

Produk ini nantinya akan ditawarkan kepada perbankan yang menyalurkan kredit ke UMKM. Pembayaran premi asuransi dilakukan oleh bank, namun bisa dibebankan ke biaya kredit yang disalurkan ke UMKM. Selain perbankan, kredit ini juga dapat ditawarkan kepada Non-Governmental Organization (NGO). NGO membeli produk ini untuk memproteksi pengembangan ekonomi masyarakat yang dibantunya.

Lebih dari 12 juta penduduk, menurut Frans, tinggal di wilayah yang rawan gempa dengan dampak ekonomis mencapai US$ 79 miliar. Dia mengungkapkan, risiko ini ceenderung tinggi diwilayah seperti Sumatera Barat dan Yogyakarta dengan kerugian bank sekitar 15 – 35% dari total pendapatan.

Country Manager IFC untuk Indonesia Sarvesh Suri mengatakan perlindungan asuransi bagi perbankan yang menyalurkan kredit ke UMKM sangatlah penting. Oleh karena itu IFC memberikan dukungan berupa pendampingan teknis kepada Maipark untuk mengembangkan produk asuransi tersebut.

Proyek ini didanai oleh pemerintah Jepang yang merupakan salah satu donor utama dari Global Index Insurance Facility, sebuah “trust fund” yang dikelola oleh IFC. Selain Jepang, proyek ini juga didanai oleh Uni Eropa dan Belanda. "Tujuan dari fasilitas ini adalah memperluas penggunaan asuransi indeks sebagai alat mengelola risiko di bidang pertanian, ketahanan pangan, dan pengurangan dampak bencana," kata Sarvesh. [sylke]