AUTO Serap Dana Rights Issue Rp 2,2 Triliun - Likuiditas Masih Cukup

NERACA

Jakarta – PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) masih mencatatkan likuiditas yang cukup. Pasalnya, hasil dana dari penerbitan saham baru atau rights issue sekitar Rp 2,95 triliun baru terealisasi Rp 2,2 triliun dan menyisakan dana sekitar Rp 700 miliar.

Kata Direktur Keuangan Astra Autoparts Darmawan Widjaja, penyerapan dana rights issue baru sekitar Rp2,2 triliun. Dimana dana tersebut, sekitar Rp2,1 triliun dipergunakan Auto untuk melunasi pinjaman bank dan sisanya sekitar Rp145 miliar dipergunakan untuk capital injection, “Dari right issue yang mendekati Rp3 triliun atau Rp2,95 triliun, sekitar Rp2,1 triliun untuk melunasi bank loan atau perlunasan utang, sekitar Rp145 miliar dipergunakan untuk capital injection, dan sekitar Rp14 miliar untuk share holder loan,”ujarnya di Jakarta, Selasa (1/10).

Sedangkan untuk sisa dari right issue yang sekitar Rp700 miliar, lanjutnya, perseroan masih enggan mengutarakan lebih jauh. Yang pasti, dana tersebut akan dipergunakan sesuai rencana Auto ke depan. Sebagai informasi, anak usaha Grup Astra yang bergerak di bisnis onderdil kendaraan menetapkan harga pelaksanaan Rp3.100 per saham dalam rencana right issue-nya. Alhasil, nilai right issue berkisar Rp2,95 triliun.

Direktur AUTO Robby Sani menjelaskan, dalam pelaksanaan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) ini, setiap 100 saham lama akan mempunyai 25 HMETD, “Sekitar 51,9% dana hasil right issue, atau Rp1,53 triliun akan digunakan untuk pembayaran dini sebagian pinjaman perbankan perseroan,”tandasnya.

Sementara hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) menyetujui pengangkatan Hamdhani Dzulkarnaen Salim sebagai Presdir menggantikan Siswanto Prawiroatmodjo. Sebelum menjadi presdir, Hamdhani menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur AUTO. Pergantian ini karena masa jabatan Siswanto Prawiroatmodjo sudah habis.

Selain itu, para pemegang saham juga mengangkat Eddy Sugito sebagai Komisaris Independen, Bambang Rustamadji dan Lay Agus sebagai Direktur. Sepanjang semester pertama tahun ini, PT Astra Otopart Tbk membukukan kenaikan pendapatan sebesar 19% menjadi Rp4,789 triliun. Perseroan optimistis pencapaian tahun ini akan positif di tengah persaingan industri.

Corporate Secretary Astra Otopart Made Kusumawati mengatakan, perseroan akan terus melakukan ekspansi guna mendukung pertumbuhan terhadap kinerja dengan melakukan kerja sama maupun rencana akuisisi perusahaan lainnya.\"Tahun ini pasar Asia masih bertumbuh dibandingkan dengan pasar otomotif di Eropa, Amerika dan lainnya, para investor akan memilih Asia untuk berinvestasi,\" jelasnya.

Pada awal Juli lalu perseroan membentuk usaha patungan, dengan salah satu perusahaan ban internasional yakni Pirelli tyre S.P.A dengan total investasi sebesar Rp1,3 triliun. Selain itu, perseroan telah menganggarkan belanja modal sebesar Rp2 triliun pada tahun ini. (bani)

BERITA TERKAIT

Ramaikan Harbolnas - Bukalapak Targetkan Transaksi Rp 1,6 Triliun

NERACA Jakarta - Meriahkan hari belanja online nasional (Harbolnas) di akhir tahun ini, Bukalapak yang selalu berpatisipasi selalu menghadirkan banyak…

Didominasi Warga DKI Jakarta - Penawaran Sukuk ST-002 Capai Rp 4,9 Triliun

NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyambut gembira keberhasilan Sukuk Negara Tabungan 002 atau…

Hingga Akhir Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perumnas Terbitkan MTN Rp 300 Miliar

Danai pengembangan bisnisnya, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN)…

BEI Suspensi Saham Perdana Bangun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) setelah sebelumnya…

Indosat Lunasi Obligasi Rp 224,59 Miliar

Meskipun performance kinerja keuangan masih negatif, kondisi tersebut tidak membuat PT Indosat Tbk (ISAT) untuk nunggak bayar obligasi yang jatuh…