Sinde Kirim 800 UKM ke Malaysia

Hadapi AEC 2015

Rabu, 02/10/2013

NERACA

Jakarta - Setelah mengirim 600 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) ke Thailand pada Maret lalu, PT Sinde Budi Sentosa (SBS) kembali mengirimkan 800 pelaku UKM mengunjungi Malaysia selama tiga hari mulai 2-5 Oktober 2013. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi para pelaku UKM dalam negeri.

Asisten Direktur Utama SBS, Joni Yuwono menuturkan, alasan dipilihnya Malaysia karena dinilai sebagai negara yang masih memiliki rumpun dan kultur yang serupa dengan Indonesia. Dia berharap, para pedagang UKM dapat dengan mudah menyerap ilmu, bertukar pengalaman dan mampu mempelajari kondisi pasar negara tetangga hingga bersaing di era globalisasi.

“Saya juga mengharapkan dukungan Pemerintah Malaysia, lewat instansi Kebudayaan Pariwisata dan Perdagangan, untuk menyambut positif atas kunjungan 800 pedagang UKM ke negeri mereka,” kata Joni di Jakarta, Selasa (1/10). Lebih lanjut dirinya menuturkan, ke-800 UKM yang akan dikirim tersebut berasal dari Kalimantan, Sumatera, dan Jawa. Kunjungan ini, lanjut Joni, sebagai bentuk antisipasi dalam menghadapi perdagangan bebas ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) pada 2015 mendatang. Perseroan pun mengharapkan UKM Indonesia juga bisa berperan dalam perdagangan tunggal kawasan itu. Singkatnya, UKM Indonesia harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan market leader (pemimpin pasar) di Asia Tenggara.

"Harapan kami, para UKM yang sedang berkembang ini mendapat pembelajaran yang bermanfaat dari negara tetangga agar kita semua bisa menghadapi AEC 2015 yang membawa persaingan lebih intens. Semoga pedagang UKM kali ini juga dapat melihat peluang untuk memasarkan produk Indonesia di Malaysia,” tukas Joni.

Kepala tegak

Di tempat yang sama, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Sjarifuddin Hasan meminta agar para pelaku UKM dalam negeri tidak minder menghadapi pasar bebas ASEAN. Pasalnya, peringkat ekonomi Indonesia yang berada di posisi kedua dalam G-20 merupakan senjata utama untuk bersaing di ASEAN.

Menurut dia, pelaku UKM yang diberangkatkan ke Malaysia harus dapat menangkap peluang dari 'Negeri Jiran' itu. "Saya mengingatkan agar para pelaku UKM Indonesia harus bangga jika berkunjung ke Malaysia. Kepala harus tegak, tidak boleh menunduk," tegas Sjarif.

Dia mengatakan, pelaku UKM Indonesia harus bisa lebih bangga dan merasa lebih tinggi dari para pelaku UKM di Malaysia, karena memang dari sisi pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik dari dan berada di urutan kedua dalam negara G-20. "Dan itu sudah diakui oleh seluruh dunia. Nanti setelah pulang dari Malaysia, Saya harap dapat melakukan terobosan untuk menjadi market leader di pasar dalam negeri,” tandasnya. [ardi]