Buyback, Ramayana Tunggu Harga Rp900

Rabu, 02/10/2013

NERACA

Jakarta - PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), emiten yang bergerak di bidang industri retail ini belum merealisasikan pembelian kembali (buyback) saham karena harga saham belum mencapai harga maksimum yang ditetapkan perseroan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (1/10).

Direktur PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Suryanto menyatakan bahwa perseroan menunggu harga saham maksimum yang telah ditetapkan yaitu Rp900 per lembar saham. Hingga penutupan perdagangan Selasa (1/100, saham perseroan Rp1.220 naik 0,83% atau 10 poin, “Kami belum melakukan buyback karena kondisi pasar khususnya harga saham belum mencapai Rp900 atau ke bawah per lembar sahamnya”, ujar dia.

Padahal, perseroan telah menyampaikan akan melakukan pembelian kembali saham dalam jangka waktu 3 bulan terhitung sejak tanggal 5 September 2013 hingga 4 Desember 2013. dalam merencanakan pembelian kembali sahamnya, perseroan telah menyiapkan dana sebanyak-banyaknya sebesar Rp150 miliar.

Selain itu, perseroan juga menyatakan akan menghentikan pembelian kembali sahamnya jika harga saham telah mencapai lebih dari Rp900 per lembar saham. Perseroan juga yakin kinerja keuangan tidak akan terpengaruh dengan aksi pembelian kembali saham tersebut. Rencananya, perseroan akan melaksanakan buyback melalui BEI, sehingga transaksi pembelian saham perseroan akan dilakukan melalui salah satu anggota bursa efek.“Secara makro pembelian kembali saham perseroan diharapkan dapat mengurangi dampak pasar yang saat ini sedang berfluktuasi secara signifikan. Sedangkan dampak langsung pembelian kembali saham pada Perseroan adalah membaiknya harga saham Perseroan di pasar bursa”, jelas dia beberapa waktu lalu.

Sehingga diharapkan perbaikan harga saham perseroan di pasar bursa memberikan keuntungan bagi semua stakeholder. Perseroan berencana akan menjual kembali saham yang dibeli tersebut setelah kondisi pasar membaik dengan harga terbaik atau pun untuk tujuan lain sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.

Hingga semester I 2013, perseroan memperoleh pendapatan sebesar Rp2,4 triliun atau meningkat 3,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2012 Rp2,3 triliun. Sementara laba kotor perseroan tercatat naik 13,5% dengan perolehan sebesar Rp867 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp 764 miliar.

Dalam laporan keungan tersebut, Presiden Direktur perseroan Agus Makmur, menyatakan 87,7% dari keseluruhan pendapatan berasal dari penjualan barang beli putus atau produk retail non-konsinyasi yang mencapai Rp2,1 triliun. Komposisi tersebut terdiri atas penjualan pakaian dan aksesoris serta barang swalayan dengan porsi yang seimbang.“Kenaikan laba usaha sebesar 12% menjadi Rp 100 miliar. Capaian tersebut meningkat dari perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp89 miliar”, ujar dia.

Laba bersih Ramayana tercatat meningkat dari periode semester I tahun 2012 sebesar Rp89 miliar menjadi Rp104 miliar untuk periode yang sama tahun ini. Sementara laba bersih meningkat 16,9% dan perolehan laba per saham (earning per share/EPS) naik tipis sebesar 0,68 poin menjadi Rp15,14 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp14,46. (nurul)