RI-China Akan Tingkatkan Kerjasama Industri - Ikhtiar Menekan Defisit Perdagangan

NERACA

Jakarta - Menteri Perindustrian Mohammad S Hidayat mengungkapkan untuk mengurangi defisit perdagangan antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) , pemerintah akan meningkatkan kerjasama bisnis di beberapa sektor Industri.

\"Nanti akan ada penandatanganan 21 buah perjanjian meliputi bidang loan agreement (pulp and paper), mining and transportation, investment financing, joint investment, MoA, cement industry, smelter, industrial parks, bandung dan Jakarta monorail,\"ujar Hidayat di Jakarta, Selasa (1/10).

Lebih lanjut lagi Hidayat mengharapkan dari berbagai perjanjian tersebut, mampu meningkatkan kerja sama bisnis secara nyata di waktu yang akan datang dan nilai kerjasama atara pengusaha kedua negara tersebut diperkirakan lebih dari US$ 30 miliar.

\"Indonesia-China Business Luncheon diselengarakan berkaitan dengan kedatangan Presiden RRT, Xi Jinping ke Indonesia dalam rangka kunjungan kenegaraan tanggal 2-3 Oktober 2013.Kunjungan ini mempunyai arti penting bagi peningkatan hubungan bilateral baik dibidang politik, ekonomi dan lain-lain,” kata dia.

Forum bisnis yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia akan dihadiri sekitar 300 delegasi RRT dan 500 delegasi Indonesia baik dari kalangan pejabat pemerintah maupun dunia usaha dari kedua negara. Kegiatan ini juga akan dihadiri oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden RRT Xi Jinping.

Sebagai Kepala Negara RRT, kunjungan Xi Jinping ke Indonesia merupakan yang pertama kali dan bertepatan juga dengan akan diadakannya APEC Leaders Meeting pada 7-8 Oktober 2013 di di Bali.

Menperin mengatakan, kedua negara sepakat untuk mewujudkan kemitraan strategis yang akan membawa manfaat nyata bagi kedua negara dan kawasan serta dunia sehingga memerlukan kemauan dan komitmen yang kuat dari kedua pihak.

Mengenai gambaran kedua negara, Tiongkok merupakan kekuatan ekonomi nomor dua di dunia dengan jumlah penduduk sebanyak 1,35 miliar jiwa dan tingkat GDP sebesar US$ 8,2 triliun pada tahun 2012. Sementara itu, Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak 237 juta jiwa dan tingkat GDP sebesar USD 946,4 miliar pada tahun 2012 diharapkan akan terus berkembang. Kedua negara termasuk dalam anggota G-20 yang memiliki sumber daya alam melimpah.

Nilai Investasi China ke Indonesia pada 2012 sebesar US$ 141 juta dengan 190 proyek atau naik dibanding tahun 2011 yang mencapai US$ 128,2 juta dengan 160 proyek. Sementara itu, realisasi investasi China ke Indonesia pada kuartal I tahun 2013 telah mencapai US$ 60,2 juta dengan 99 proyek dan diharapkan investasi China di Tanah Air bisa lebih banyak lagi jika terlibat pada proyek-proyek infrastruktur Indonesia dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Sementara itu, nilai ekspor non-migas Indonesia ke China pada periode Januari-Juni 2013 mencapai US$ 10,09 miliar. Nilai ekspor tersebut memiliki porsi sekitar 13,5% dari total ekspor non-migas yang mencapai US$ 74,77 miliar. Sedangkan nilai impor non-migas Indonesia dari China sebesar US$ 14,42 miliar dalam periode Januari-Juni tahun ini. Nilai impor tersebut memiliki porsi 19,96% dari total impor non-migas Indonesia yang mencapai US$ 72,25 miliar.

“Melihat kenyataan tersebut, maka perpaduan kekuatan bisnis kedua pihak kedua negara yang substansial selayaknya dapat menempatkan Indonesia dan RRT menjadi pemain penting di kawasan dan dunia,” tegas Menperin.

BERITA TERKAIT

Tak Dapat Insentif Pajak, Pengusaha Daur Ulang Plastik Terancam Bangkrut

NERACA Jakarta - Para pengusaha daur ulang plastik yang tergabung dalam Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) mengeluhkan tidak adanya…

Kelompok Tani Hutan Tetap Panen di Tengah Wabah Corona

NERACA Bogor- Meski wabah virus Corona tengah merebak, Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Bogor, bersama para penyuluh kehutanan,…

Pemerintah Jaga Produktivitas Industri Mamin

NERACA Jakarta - Industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor manufaktur andalan yang selama ini memberikan kontribusi signfikan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Pertamina Menggandeng UNPAD, Produksi Hand Sanitizer

NERACA Bandung - PT Pertamina (Persero) mendukung berbagai pihak untuk memproduksi produk pencegahan penyebaran virus Covid-19. Salah satunya dengan Fakultas…

Mencegah Corona, Panen Tetap Harus Mengikuti Prosedur

NERACA Indramayu – Pandemi covid-19 tidak menjadi halangan bagi petani untuk panen. Di Desa  Nunuk, Kecamatan Lelea, Indramayu, para petani…

Covid-19 Tak Mempengaruhi Akses Pengiriman Logistik Perikanan

NERACA Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta akses pengiriman sarana produksi dan logistik di Bidang Kelautan…