Sambut AEC, KKP Siapkan Lembaga Sertifikasi

Daya Saing SDM Kelautan dan Perikanan Akan Ditingkatkan

Rabu, 02/10/2013

NERACA

Surabaya - Untuk menunjang sumberdaya manusia yang berkualitas dalam menghadapi Asean Economy Comunity (AEC), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan Lembaga Sertifikasi Profesi dimana setelah menjalankan pendidikan ini dan akan ada sertifikat yang akan diberikan, serta ada tempat uji kompetensinya tentang sektor kelautan dan perikanan.

"Harus mempunyai sertifikasi ini, semisalnya dari orang Malaysia maka harus mengambil sertifikasi ini terlebih dahulu sehingga tidak mudah bagi negara lain untuk masuk berusaha di Indonesia dalam sektor kelautan dan perikanan," kata Kepala Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP), Suseno Sukoyono seusai menghadiri acara seminar Nasional Kelautan dan Perikanan yang bertemakan 'Potensi dan Tantangan Ekspor Komoditas Perikanan Indonesia Sebagai Penunjang Blue Economy' di Universitas Airlangga, Surabaya, Senin (1/10).

Suseno juga mengatakan terdapat balai yang telah disediakan oleh KKP untuk belajar dan dilakukan uji kompetensi dalam sektor kelautan dan perikanan ini. Akan disiapkan standar-standar profesi dalam uji kompentensi ini. "Kita sudah siapkan strategi bagi negara-negara lain dalam sektor kelautan dan perikanan ini untuk menjelang AEC ini," ujar dia.

Mengenai persaingan sumberdaya manusia dalam sektor kelautan dan perikanan, lanjut dia, apabila melihat lulusan akademisi yang bagus dan jaringan yang kuat sehingga bisa berkompetisi dengan negara lain. Intinya sumberdaya perikanan harus mengelola sumberdaya manusia dan mengambil langkah-langkah yang terbaik dalam pengelolaannya. "Dengan bekerjasama dengan pihak akademisi maka akan bisa mendukung adanya sumberdaya manusia yang berkualitas dalam sektor kelautan dan perikanan," ungkap Suseno.

Peran Kampus

Sementara itu, Dekan Fakultas Perikanan dan kelautan Universitas Airlangga, Sri Subekti Bendryman menjelaskan pihaknya telah lama bekerjasama dengan KKP dalam menunjang atas sumberdaya manusia yang berkualitas. Semisalnya, para mahasiswa melakukan praktek lapangan yang menggunakan fasilitas KKP sehingga kerjasama ini tetap terjalin. "Kita kan perguruan tinggi adalah dalam hal sumberdaya manusianya, sedangkan KKP mempunyai sarana atau fasilitasnya sehingga kita melakukan kerjasama," ungkap dia.

Peran perguruan tinggi, lanjut dia, akademisi meluluskan mahasiswanya yang siap pakai dan berguna bagi kebutuhan dalam sektor kelautan dan perikanan ini. Sudah ada 200 lebih lulusan dari Universitas Airlangga jurusan Perikanan dan Kelautan serta lulusan ini sudah terserap hampir 100 % dalam sektor kelautan dan perikanan ini.

"Meskipun sudah ada AEC ini, lulusan kami sudah disiapkan untuk mendapatkan tantangan yang akan terjadi dalam persaingan nanti," tandas Sri.

Sri juga menjelaskan bahwa yang harus ditingkatkan adalah international language sehingga bisa berkompetisi dengan negara lain. Bagaimana harus diperkuat dengan pemahaman bahasa Inggris yang mencukupi dan diharapkan bisa bersaing dengan negara lain.

"Begitupula dengan pihak akademisi melakukan riset-riset yang dilakukan guna mendapatkan suatu penemuan baru untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan ini," ungkap dia.

Dia juga menjelaskan perlunya adanya kerjasama dengan kementerian, akademisi dan pihak bisnis sehingga sektor Kelautan dan perikanan ini dapat berjalan dengan baik. Perlunya keterlibatan swasta dan pemerintah sangat besar guna mencapai blue economy.

"Universitas Airlangga ini ikut mendorong atas kerjasama pihak terkait sehingga bisa menjamin akan percepatan pembangunan dalam sistem blue economy," tambah Sri.