Sorini Agro Catatkan Laba Rp38,02 Miliar

Rabu, 02/10/2013

NERACA

Jakarta-PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 38,02 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sekitar Rp 25,81 miliar. Terjadinya peningkatan laba bersih ini ditopang meningkatnya pendapatan bersih perseroan dari Rp 455,87 miliar menjadi Rp 486,24 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (1/10).

Tercatat, pencapaian tersebut didorong pendapatan anak usaha, PT Cargill Food Indonesia yang berhasil meraup pendapatan lainnya sebesar Rp 29,55 miliar atau 65,91% lebih besar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, perseroan juga memperoleh pendapatan lain yang terdiri dari laba penjualan aset tidak lancar, laba dari penjualan aset tetap, serta hasil penjualan barang sisa.

Adapun perolehan laba penjualan aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual tercatat sebesar Rp 27,84 miliar. Selanjutnya, laba penjualan aset tetap mencapai Rp 555 juta, dan hasil penjualan barang sisa Rp 720 juta.

Asal tahu saja, PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI) sebelumnya telah menjual asetnya berupa tanah dan bangunan dalam bentuk gudang seluas 66.222 meter persegi senilai Rp36,5 miliar. Keduanya terletak di Desa Way Lunik, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung pada akhir 2012. “Penjualan aset telah dilakukan di Bandar Lampung pada 14 Desember 2012,\\\" kata Direktur Sorini Agro, Sunit Kumar Dhoka.

Menurut dia, perseroan menjual aset tanah tersebut kepada PT LDC Indonesia yang berdomisili di Jakarta Pusat. Transaksi ini dinilai tidak masuk klasifikasi sebagai transaksi material, transaksi afiliasi maupun transaksi yang mengandung benturan kepentingan. Transaksi ini tidak memenuhi 20% dari nilai aktiva perseroan yakni sebesar Rp733,08 miliar, serta tidak adanya hubungan afiliasi atau benturan kepentingan dengan LDC Indonesia.

Produsen yang memproduksi tepung tapioka dan pemanis buatan (sweetener) juga berencana melakukan ekspansi dua pabrik dengan nilai investasi sekitar Rp100 miliar. Dana investasi untuk pengembangan ini disebut-sebut berasal dari kas internal perseroan