Kemendag Optimis Transaksi TEI US$2 Miliar

Jumlah Pembeli Diperkirakan Naik Signifikan

Rabu, 02/10/2013

NERACA

Jakarta – Trade Expo Indonesia (TEI) ke-28 yang akan diselenggarakan pada 16-20 Oktober di Kemayoran, Jakarta ditaksir mampu mendatangkan sekitar 9.000 buyers (pembeli) dari seluruh negara. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan memastikan hingga saat ini telah dikonfimasi sebanyak 7.112 pembeli dari seluruh negara. “Kami sudah mendapatkan konfirmasi sebanyak 7.112 buyers dari seluruh negara yang akan hadir dalam TEI 2013,” ungkap Gita saat ditemui di kantornya, Selasa (1/10).

Gita mengungkapkan hal ini adalah peningkatan yang cukup signifikan pasalnya pada penyelenggaraan TEI tahun lalu hanya mendatangkan sekitar 5.000 pembeli. “Biasanya menjelang penyelenggaraan TEI akan semakin banyak lagi yang mengkonfirmasi kedatangannya. Jika terus mendapatkan animo dari pembeli internasional tinggi maka bisa saja nanti buyers bisa mencapai 9.000,” ujarnya.

Sementara itu, dari 60.000 m2 tempat yang tersedia, sudah terisi oleh sekitar 89% peserta pameran. Mendag menyatakan bahwa target transaksi tahun ini sebesar US$ 2 miliar untuk produk barang dan jasa. “Kami cukup optimis karena yang kami targetkan tidak hanya transaksi pada saat pameran, tetapi juga kontrak-kontrak dagang untuk jangka panjang,” ujarnya.

Kemudian Mendag juga mengungkapkan bahwa dari pembeli internasional yang telah mendaftar, mereka menunjukkan minat terhadap produk barang jadi yang bernilai tambah, seperti tekstil dan produk tekstil, furnitur, makanan dan minuman olahan, serta produk kertas dan produk karet. “Ini menandakan mulai terjadinya pergeseran dari ekspor komoditas ke ekspor barang bernilai tambah. Kami berharap ini dapat meningkatkan nilai ekspor nonmigas Indonesia,” serunya.

Ketua Pelaksana TEI ke-28 Gusmardi Bustami menambahkan bahwa TEI ke-28 ini juga akan menawarkan sejumlah produk jasa tenaga kerja terampil yang memenuhi standar internasional. “Daya saing produk jasa Indonesia cukup tinggi, mengingat banyak tenaga kerja Indonesia memiliki keterampilan tinggi dengan harga jasa yang bersaing,” jelasnya. Adapun produk jasa yang akan ditampilkan, antara lain jasa tenaga kerja terlatih, jasa pertambangan, serta jasa perbankan dan asuransi.

Selain penyelenggaraan pameran, Kementerian Perdagangan, bekerja sama dengan kementerian lain, seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Luar Negeri, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), akan melaksanakan kegiatan-kegiatan berupa Trade and Investment Forum, one-on-one business meetings, business clinic dan company visit.

Menurut Gusmardi, kegiatan tambahan tersebut tidak kalah penting dengan kegiatan utama, yaitu pameran. “Melalui kegiatan tersebut, para pelaku usaha Indonesia dapat mengetahui kondisi target pasar ekspor, peluang dan tantangan dalam memasuki pasar tertentu, bertemu langsung dengan calon mitra dagang, dan banyak keuntungan lainnya,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini, TEI mampu menjaring pembeli berkualitas. Namun hal tersebut tidak terlepas dari peran Kantor Perwakilan RI di luar negeri, termasuk para Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang telah melakukan penggalangan buyers melalui roadshow dan promosi TEI diberbagai event internasional di negara akreditasi.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Suliso berujar bahwa dalam situasi ekonomi yang sedang sulit seperti ini maka dibutuhkan promosi secara menyeluruh khususnya untuk produk-produk yang berorientasi ekspor. “Para pelaku UKM yang berbasis ekspor juga semestinya dirangkul. Termasuk juga industri kreatif yang belakangan ini juga cukup menyumbang besar dari sisi ekspor,” katanya.