Danamon Prediksi 0,05%

Inflasi September

Selasa, 01/10/2013

NERACA

Jakarta - Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Dian Ayu Yustina, memprediksi laju inflasi September 2013 berada pada kisaran 0,05% atau lebih rendah dari inflasi Agustus yang tercatat sebesar 1,12%. Pasalnya, dampak kenaikan harga BBM dan perayaan Lebaran perlahan menghilang.

Ayu menjelaskan, inflasi rendah tersebut diakibatkan penurunan beberapa harga komoditas makanan dan jasa transportasi pada September dibandingkan dengan harga-harga yang tercantum pada Agustus. "Penurunan harga bawang merah, cabai, ayam dan telur berkontribusi terbesar atas inflasi yang rendah," ujarnya, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (30/9).

Dia juga memperkirakan, inflasi secara tahunan (year on year/yoy) berada pada angka 8,83% atau lebih tinggi dari Agustus yang tercatat sebesar 8,79%. Sedangkan, Ayu melanjutkan, inflasi komponen inti (yoy) September diperkirakan mencapai 4,54%, bandingkan dengan Agustus yang tercatat 4,48%. "Inflasi inti bulanan didukung oleh kenaikan harga emas perhiasan global dan pelemahan rupiah. Biaya pendidikan yang lebih tinggi juga berkontribusi pada inflasi inti," ungkap Ayu. [ardi]