Transaksi Remittance Mandiri Hong Kong Naik 31%

NERACA

Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk Cabang Hong Kong, per Agustus 2013, berhasil mencatatkan total transaksi bisnis pengiriman uang (remittance) mencapai lebih dari US$3 miliar. Ini meningkat sebesar 31% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$2,3 miliar.

General Manager Bank Mandiri cabang Hong Kong, Dikdik Yustandi mengungkapkan, dalam transaksi tersebut adalah incoming/outgoing remittance yang dilakukan oleh Cabang Hong Kong dalam mata uang dolar AS, Euro, Yen Jepang, dolar Hong Kong, serta remitansi dalam mata uang rupiah ke Indonesia yang kebanyakan dilakukan oleh pekerja migran.

“Frekuensi transaksi remittance yang dilakukan oleh pekerja migran Indonesia mencapai 24 ribu transaksi dengan nilai lebih dari Rp105 miliar,” kata Dikdik dalam siaran persnya, akhir pekan lalu. Menurut dia, saat ini terdapat 160 ribu orang pekerja migran Indonesia di Hong Kong. Setiap pekan, pengiriman uang oleh pekerja migran Indonesia di Hong Kong melalui Bank Mandiri rata-rata mencapai Rp4 miliar.

Bank Mandiri Hong Kong tidak hanya menjadi tempat pengiriman uang bagi para pekerja migran Indonesia, tetapi juga mendorong pekerja untuk dapat menabung sebagai bekal nanti ketika kembali ke Indonesia untuk modal usaha. “Pasalnya, sekitar 89% transaksi pengiriman uang ditujukan ke rekening tabungan Bank Mandiri yang ada di Indonesia,” imbuh dia.

Dia juga menjelaskan, Bank Mandiri, terus mengupayakan berbagai strategi dan implementasi untuk meningkatkan pelayanan. Diantaranya, mengembangkan prosedur dan sistem untuk memenuhi kebutuhan serta permintaan pengiriman uang ke Indonesia dengan aman, cepat dan biaya terjangkau,\" ujarnya.

Sepanjang 2013, kredit yang disalurkan Bank Mandiri Hong Kong tumbuh 27% menjadi US$132 juta per Agustus 2013 dari USD104 juta di periode yang sama tahun 2012. Kualitas kredit pun tetap terjaga yang ditunjukkan dengan nonperforming loan (NPL) sebesar 0%. “Pencapaian tersebut merupakan salah satu wujud komitmen Kami untuk tumbuh bersama Indonesia, termasuk dalam mengembangkan bisnis di luar negeri,” ujar Dikdik.

Selain menyalurkan kredit, Bank Mandiri Hong Kong juga memberikan fasilitas trade financing, dimana sampai dengan Agustus 2013 transaksi trade finance Bank Mandiri Hong Kong mencapai lebih dari US$361 juta. Jumlah tersebut tumbuh 14% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012 yang tercatat sebesar US$318 juta.

Dikdik Yustandi mengemukakan, pihaknya terus memperkuat bisnis trade finance di Hong Kong untuk mendukung peningkatan perdagangan internasional Indonesia. “Tahun ini, kami menargetkan volume transaksi trade finance Bank Mandiri Hong Kong tumbuh 20% dibandingkan tahun lalu,” ujar Dikdik Yustandi. [sylke]

BERITA TERKAIT

Optimisme di Tahun Politik - Mandiri Investasi Bidik AUM Tumbuh 10%

NERACA Jakarta – Di tengah khawatiran pasar global soal perang dagang antara Amerika dan China bakal berdampak terhadap negara berkembang,…

LABA BERSIH BNI SYARIAH NAIK

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (tengah) berfoto bersama (kiri ke kanan) Direktur Keuangan dan Operasional Wahyu Avianto, Direktur…

Anggarkan Capex Rp 30 Miliar - BISI Bidik Produksi Benih Jagung Naik 15%

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Bisi International Tbk (BISI) menargetkan produksi benih jagung tumbuh 15% menjadi 45.000 ton benih.”Kami targetkan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…