Laba Bersih Bank Pundi Anjlok 93%

NERACA

Jakarta – PT Bank Pundi Indonesia Tbk (BEKS) alami kinerja yang cukup berat, laba bersih perseroan turun drastis mencapai Rp51,76 miliar atau sekitar 93% sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun perseroan naik mencapai Rp7,34 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (30/9).

Disebutkan, pada semester pertama tahun ini laba bersih perseroan hanya sebesar Rp3,68 miliar. Jumlah yang cukup kecil dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp55,44 miliar. Sementara perseroan menyalurkan kredit mencapai Rp5,76 triliun lebih tinggi dari periode Desember 2012 yang mencapai Rp5,35 triliun.

Perseroan juga mencatatkan DPK mencapai Rp7,34 triliun lebih tinggi dibanding pada periode Desember 2012 sebeasr Rp6,72 triliun. Adapun komposisi DPK yakni giro sebanyak 34,54 miliar, tabungan sebesar Rp650,13 miliar dan deposito sebesar Rp6,68 triliun. Dalam laporan keuangannya, Direktur Utama Bank Pundi Paulus Wiranata mencatat penurunan laba perseroan terjadi seiring dengan peningkatan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) mencapai 99,75% sampai Juni 2013. Pada Juni 2013, pendapatan operasional selain bunga juga mengalami penurunan dari posisi Rp141,12 miliar menjadi Rp103,96 miliar.

Hingga Juni 2013 perseroan memiliki modal inti sebesar Rp657,51 miliar. Selain itu, aset perseroan mencapai Rp8,22 triliun. Bank Pundi mencatatkan rasio pendanaan terhadap pembiayaan (loan to deposit ratio/LDR) sebesar 81,25%. Perseroan menyalurkan kredit selama semester I/2013 sebanyak Rp5,98 triliun. Laba operasional mencapai Rp4,47 miliar dari sebelumnya sebesar Rp88,53 miliar. Untuk laba sebelum pajak penghasilan Rp8,81 miliar atau turun dari sebelumnya Rp86,43 miliar.

Sementara itu, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) Bank Pundi tergolong cukup tinggi mencapai 13,74%. Sementara itu, return on asset (ROA) sebesar 0,21%, return on equity (ROE) sebesar 1,11%. Sepanjang periode semester 1 tahun ini, perseroan berhasil mengumpulkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp507,47 miliar. Perolehan ini, lebih tinggi dari sebelumnya sebesar Rp449,49 miliar.

Sebelumnya, PT Recapital Securities menyatakan siap melepas saham miliknya di Bank Pundi apabila aturan Bank Indonesia nomor 14/8/PBI/2012 tentang kepemilikan saham bank umum mulai diberlakukan. Menurut Presiden Direktur PT Recapital Securities Rosan P. Roeslani, jika aturan kepemmilikan saham 40% diterapkan, pihaknya akan mengikuti aturan tersebut. (nurul)

BERITA TERKAIT

Transportasi Massal Gunakan Satu Kartu Bank

Pengoperasian uji coba LRT di Rawamangun, Jakarta, harusnya bersamaan dengan uji coba pelaksanaan pembayaran kartu bank seperti e-money, flash, Brizzi…

Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Negara Berkembang Di Asia Timur dan Pasifik Melemah

    NERACA   Jakarta - Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik akan sedikit melemah.…

Bank NTT Akhirnya Punya Dirut Baru

    NERACA   Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) bakal dinakhodai Direktur Utama (Dirut)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…