Bangun Pabrik, RNI Terbitkan Obligasi Rp 750 Miliar

Selasa, 01/10/2013

NERACA

Jakarta - Tingkatkan modal, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) mengakui akan menerbitkan obligasi senilai Rp750 miliar pada semester II tahun depan. Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro mengatakan, dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk pengembangan bisnis lain, “Nantinya dana yang akan dipakai untuk bangun pabrik minyak goreng dengan kapasitas produksi minimal 10 ribu ton per tahun,”ujarnya di Jakarta, Senin (30/9).

Dia menuturkan, dalam rencana penerbitan obligasi ini adalah pertama kali RNI menerbitkan obligasi. Pasalnya, selama ini sumber pembiayaan RNI berasal dari pinjaman perbankan dan dana internal. Kata Ismed, untuk penerbitan obligasi tersebut, perseroan telah menunjuk Mandiri Sekuritas sebagai penasehat keuangan sekaligus penjamin emisi obligasi.

Menurut Ismed, pihaknya juga sedang mengembangkan bisnis lateks untuk bahan baku pembuatan kondom. Di bidang perkebunan, RNI gencar meningkatkan volume ekspor teh ke mancanegara, “Keyakinan investor terhadap usaha RNI semakin tinggi, tercermin dari rating yang ditetapkan lembaga peringkat Pefindo pada level AA,”tuturnya.

Asal tahu saja, belum lama ini perseroan telah mengakuisisi perusahaan peternakan sapi di Australia dengan nilai investasi sekitar Rp 350 miliar. Akuisisi ini dilakukan perseroan sebagai upaya ataupun langkah yang dinilai praktis agar mampu menembus asosiasi peternakan sapi Australia. Pasalnya untuk menjadi salah satu anggota asosiasi peternakan sapi Australia amatlah sulit. "Kita akan akuisisi perusahaan yang telah tergabung dalam asosiasi peternak sapi di sana, itu akan mempermudah kita untuk masuk ke sana (Australia),”kata Ismed. (bani)