BUMI Masih Catatkan Rugi US$ 290,87 Juta

NERACA

Jakarta – Sepanjang semester pertama tahun ini, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih mencatatkan rugi sebesar US$ 290,87 juta atau berkurang dibandingkan sebelumnya US$ 346,16 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (30/9).

Disebutkan, perusahaan Grup Bakrie ini juga membukukan pendapatan US$ 1,86 miliar atau turun dibandingkan priode yang sama tahun lalu US$ 1,95 miliar. Sementara untuk laba kotor US$375,80 juta dari laba kotor tahun sebelumnya yang US$554,07 juta. Beban usaha turun menjadi US$232,91 juta dari sebelumnya yang US$314,91 juta.

Demikian juga dengan laba usaha turun menjadi US$142,89 juta dari sebelumnya yang US$239,16 juta. Sedangkan beban lain-lain turun menjadi US$420,57 juta dari beban lain-lain sebelumnya US$508,45 juta. Untuk rugi sebelum pajak mencapai US$277,68 juta naik dari rugi sebelum pajak sebelumnya US$269,28 juta. Perseroan membayar pajak sebesar US$7,95 juta per Juni 2013 dari beban pajak US$64,82 juta.

Dengan demikian perseroan mencatat rugi neto turun menjadi US$269,73 juta dari rugi neto di tahun sebelumnya US$334,11 juta. Pada periode ini tercatat US$14,33 per 1.000 saham dari US$17,05 per 1.000 saham tahun sebelumnya. Total aset per Juni 2013 mencapai US$7,10 miliar turun dari total aset per Desember 2012 yang US$7,35 miliar.

Sebgai informasi, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memperkirakan pendapatan perseroan tahun ini mencapai US$5,5 miliar hingga US$6 miliar didorong peningkatan penjualan yang diproyeksikan meningkat 10% dibanding tahun lalu. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava pernah bilang, pendapatan perseroan tahun ini kemungkinan lebih tinggi dari realisasi tahun lalu yang diperkirakan sekitar US$5 miliar.

Hingga Agustus 2013, perseroan telah menghabiskan dana US$514,262 untuk kegiatan eksplorasi yang dilakukan anak usahanya, Kaltim Prima Coal (KPC) di daerah Pit Inul East, Mustahil, Melawan West, Kanguru Extension dan Pit B Bengalon. Jumlah tersebut masih di bawah dari dana yang dianggarkan perseroan untuk kegiatan eksplorasi ini sebesar US$726,032.

Disebutkan, untuk kegiatan eksplorasi yang dilakukan perseroan secara year to date mencapai US$5,181,805 dari dana yang dianggarkan sebesar US$6,242,689. Pengeboran dilakukan dengan menggunakan metode pengeboran lubang terbuka (open hole) dan lubang inti (cored hole).

Hingga kini geophysical logging telah selesai dilakukan di hampir semua lubang bor. Termasuk pemetaan lapangan untuk singkapan batubara dan struktur geologi. Pengeboran di daerah Pit Inul East (PN1&PN4) mencapai 90%, sementara Pit B/C- 56%. Adapun Pit Kanguru Extension-51% dan Pit Melawan west-13%. (bani)

BERITA TERKAIT

Masalah Fintech, LBH dan OJK Masih Deadlock

      NERACA   Jakarta - Pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta belum…

MASALAH KEPATUHAN WP DIPERTANYAKAN - Kontribusi Pajak Orang Kaya Masih Minim

Jakarta-Pengamat perpajakan menilai, meski nilai harta orang terkaya di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun berdasarkan data majalah Forbes…

Volkswagen Segera Mampu Produksi 15 Juta Mobil Listrik

Volkswagen mengumumkan akan memiliki kapasitas untuk membangun hingga 15 juta mobil listrik selama beberapa tahun ke depan, berdasarkan laporan Reuters…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Optimis Target 7000 Investor Tercapai

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta optimistis mampu meraih target sebanyak 7.000 investor hingga akhir tahun ini seiring dengan berbagai…

Intikeramik Bidik Rights Issue Rp 463,8 Miliar

Cari modal untuk mendanai ekspansi bisnisnya, PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) akan menawarkan sebanyak 3,86 miliar saham baru seri…

Adira Bagikan Hasil Sukuk Rp 7,77 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan pembiayaan kendaraan, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) membagikan hasil sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Adira Finance…