PT Nippres Catatkan Laba Bersih Naik 150%

Selasa, 01/10/2013

NERACA

Jakarta - PT Nippres Tbk (NIPS), emiten produsen komponen otomotif dan baterai ini mencatatkan kenaikan laba bersih menjadi Rp25,1 miliar pada semester pertama tahun ini, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp9,8 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (30/9).

Kenaikan laba bersih perseroan didukung oleh kenaikan penjualan bersih Rp461,8 miliar dari sebelumnya Rp300,5 miliar. Kenaikan laba usaha juga dialami perseroan menjadi Rp44,3 miliar dari sebelumnya Rp22,5 miliar. Sementara laba sebelum pajak mencapai Rp32,1 miliar dari sebelumnya Rp13,5 miliar.

Beban pokok penjualan mencapai Rp388,04 miliar pada periode sebelumnya Rp256,3 miliar dan laba bruto sebesar Rp73,7 miliar dari sebelumnya Rp44,1 miliar. Aset perseroan juga meningkat, dari Rp525,2 miliar per 31 Desember 2012 menjadi Rp646,4 miliar pada semester pertama 2013.

Kenaikan aset lancar sebesar Rp103,4 miliar sebagian besar berasal dari kenaikan piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp76,04 miliar per 30 Juni 2013. Selain itu, jumlah liabilitas perseroan juga naik menjadi Rp419,6 miliar dari Rp323,6 miliar. Kenaikan Rp94,6 miliar tersebut sebagian berasal dari kenaikan utang bank sebesar Rp69,7 miliar.

Sebelumnya, perseroan menyatakan akan memperbesar tingkat kandungan dalam negeri untuk produk aki perseroan menjadi 100% pada 2014 nanti. Kenaikan komponen lokal membuat harga jual produk perseroan semakin terjangkau karena dapat menekan biaya hingga Rp550 per kilowatt hour. Demikian yang disampaikan Direktur PT Nipress Tbk Richard Tandiono beberapa waktu lalu.

Pada Juli lalu, perseroan meresmikan pabrik baterai litium pertama di Indonesia. Perseroan berencana memproduksi baterai untuk 6.000 mobil pada tahap awal. “Saat ini kandungan lokal baterai litium baru 25%, sisanya impor dari Cina. Perseroan berinvestasi US$1,5 juta atau sekitar Rp15 miliar untuk membangun pabrik di area seluas 500 meter persegi di Narogong, Cileungsi, Jawa Barat”, kata dia.

Nantinya baterai tersebut akan dipakai untuk mobil listrik yang diproduksi dalam negeri. Pemerintah telah menyatakan akan menyediakan mobil listrik produksi dalam negeri sebagai sarana angkutan para delegasi negara-negara anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) pada Oktober mendatang.“Rencana awal akan ada 20 unit mobil listrik yang disediakan dalam hajatan tersebut. Nipress mendapat pesanan baterai dari sejumlah produsen mobil listrik lokal yang sudah ditunjuk pemerintah”, ujar dia.

Perusahaan itu di antaranya PT Sarimas Ahmadi Pratama dan PT Great Asia. PT Sarimas merupakan produsen mobil listrik bermerek Ahmadi, sementara PT Great Asia akan memproduksi mobil listrik Grain.“Perseroan telah memproduksi aki varian terbaru, yakni aki industri. Pelanggan terbesar aki ini adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Tahun lalu produk aki industri perseroan telah mencapai tingkat kandungan dalam negeri bervariasi antara 52-82,5%”, kata dia. (nurul)