Pendapatan Lippo Karawaci Capai Rp 3 Triliun

Ditopang Bisnis Rumah Sakit

Selasa, 01/10/2013

NERACA

Jakarta-PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan total pendapatan semester pertama meningkat 27%, menjadi Rp3,067 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,406 triliun. Kenaikan pendapatan tersebut mendorong laba bersih perseroan tumbuh 25% menjadi Rp546 miliar. “Secara keseluruhan, semua angka pertumbuhan meningkat dua digit, merefleksikan kinerja keuangan LPKR yang baik. Kami berharap untuk terus membangun bisnis dan mencapai tujuan kami di paruh kedua tahun ini.” kata Presiden Direktur LPKR, Ketut Budi Wijaya di Jakarta, Senin (30/9).

Menurut dia, pihaknya akan tetap fokus untuk melaksanakan berbagai proyek perseroan. Utamanya, pada rumah sakit, mal, dan apartemen. Selama semester pertama 2013, divisi usaha healthcare mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 48% (secara year on year) menjadi Rp1,201 triliun, “Pencapaian ini tercatat sebagai tonggak pertama bagi divisi healthcare mencapai pendapatan sebesar Rp1 triliun selama periode enam bulan.” ucapnya.

Selain divisi tersebut, sambung dia, divisi usaha residensial & urban development juga mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar naik 17% menjadi Rp1,320 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,130 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan pendapatan dari Townships yang naik 27% secara year on year menjadi Rp857 miliar.

Sementara dari divisi komersial yang terdiri dari mal ritel & hotel tumbuh 9% secara year on year menjadi Rp267 miliar. Adapun unit usaha manajemen aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 27% secara year on year menjadi Rp279 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp220 miliar. Pencapaian ini, kata dia, merupakan hasil meningkatnya fee yang diperoleh sebagai bagian dari peningkatan Asset Under Management (AUM) dari dua REIT yang disponsori LPKR, “Termasuk pembelian dua hospitals, Siloam Hospital Bali dan Siloam Hospital TB Simatupang belum lama ini.” ujarnya.

Pihaknya mencatat, pendapatan recurring LPKR mencatatkan pertumbuhan yang solid sebesar 37% secara year on year menjadi Rp1,747 triliun serta memberikan kontribusi 57% dari total pendapatan perseroan pada semester pertama 2013.

Seperti diketahui, PT Siloam International Hospitals mencatatkan sahamnya di lantai bursa dengan melepas 156,1 juta lembar saham biasa. Penawaran saham dilakukan pada 12 September 2013 dengan harga penawaran sebesar Rp9.000 per saham dan menggalang dana Rp1,405 triliun atau sebesar 13,5% dari total nilai perseroan. Setelah IPO, perseroan secara efektif memiliki atau mengontrol sekitar 86,5% dari total jumlah saham SILO yang beredar.

Sekretaris Perusahaan Siloam Hospitals Budisuharto mengatakan, dana yang diperoleh dari pelaksanaan IPO ini akan dimanfaatkan untuk pembayaran utang pembayaran utang pada induk perusahaan Lippo Karawaci di tahun ini, dan pengembangan usaha pada 2014. “Sebesar 25% hasil IPO akan digunakan untuk pengembalian utang yang kami lakukan.” ujarnya.

Selain itu, sambung dia, perseroan juga akan melakukan pengembangan bisnis dengan menambah sekitar enam sampai delapan rumah sakit pada 2014, di beberapa lokasi antara lain Semarang, Jember, Jogja, Pangkal Pinang, Padang, dan Bogor.